| |
Perkembangan sistem telekomunikasi saat ini mengantarkan kita pada
suatu masalah yang disebut dengan “information overload” atau jika
di-Indonesia-kan kurang lebih berarti kelebihan informasi. Kelebihan
informasi didefinisikan sebagai keadaan dimana informasi yang
diterima terus bertambah dengan cepat sehingga tidak bisa diolah
dengan baik. Thomas Sowell dalam bukunya yang berjudul Knowledge and
Decisions menyatakan bahwa membludaknya informasi bisa mengantarkan
seseorang pada kejenuhan. Ketika kejenuhan terjadi, informasi yang
diterima menjadi kurang diperhatikan yang berarti informasi tersebut
tidak “diterima” dengan baik. Selain itu, penerimaan
informasi-informasi yang tidak diinginkan atau tidak diperlukan bisa
dikategorikan juga dengan kelebihan informasi. Menurut Varian &
Lyman, total produksi dokumen di dunia per tahun kira-kira
memerlukan penyimpanan sebesar 1.5 miliar gigabyte. Hal ini sepadan
dengan 250 MB per orang untuk setiap laki-laki, perempuan, dan
anak-anak di seluruh dunia. Banyak ilmuwan yang mencoba memecahkan
masalah ini, diantaranya adalah Vannevar Bush, Douglas Engelbart,
Gerard Salton, dan Pattie Maes.
Pada tahun 1945, Vannevar Bush, menulis suatu artikel yang
mengemukakan visinya untuk proyek-proyek ilmu pengetahuan yang
diharapkan bisa diwujudkan setelah Perang Dunia II. Beliau
mengidentifikasi masalah kelebihan informasi dan mencoba untuk
membuat suatu cross-references (link) dalam dokumen dan bisa juga
mengacu ke dokumen lain. Mesin yang berhasil dibangun adalah memex
yang berdasarkan pada teknologi microfilm dan eye-tracking.
Douglas Engelbart membuat sistem Human Augmentation di Stanford
Research Institute sekitar tahun 1960an. Fitur utama yang ditawarkan
adalah hypertext point-and-click menggunakan mouse yang
diciptakannya.
Di Cornell, Gerard Salton dan rekannya merancang dan menjalankan
aplikasi pemroses teks yang mana teks bisa ditangani tanpa
memperdulikan ukuran dan subjek. Karena belum adanya basis
pengetahuan, digunakanlah sistem analisa teks berbasis corpus yang
menentukan arti dari kata-kata dan ekspresi oleh suatu analisis
refined context menggunakan kriteria analisis dan probabilistik.
Dengan menggunakan pendekatan berbasis corpus, kita bisa menentukan
kemiripan teks dengan tingkat keakuratan yang tinggi.
Ada dua aplikasi utama:
- Pembentukan kumpulan teks terstruktur (hypertext) secara
otomatis yang mana potongan teks yang mirip akan dihubungkan
(dilink) secara otomatis. Hypertext pada database yang berukuran
besar memungkinkan kita untuk melihat teks dengan fleksibel.
- Pengambilan kutipan teks secara otomatis berdasarkan query
yang diberikan.
Kemudian di dalam papernya, Pattie Maes mencoba mengembangkan
suatu teknik yang disebut dengan “autonomous agents” (agent) yang
memungkinkan untuk melakukan manajemen informasi yang diterima
secara tidak langsung. Maksudnya, agent tersebut melakukan pemilahan
informasi tanpa interaksi langsung dari user. Ada dua isu yang harus
dipertimbangkan dalam membangun suatu agent:
- Competence: bagaimana suatu agent memperoleh pengetahuan
yang dibutuhkan untuk memutuskan kapan membantu user, dengan
apa, dan bagaimana membantunya?
- Trust: bagaimana kita menjamin bahwa user merasa nyaman
menyerahkan tugas pada suatu agent?
Ada dua pendekatan dalam membangun suatu agent:
- End-user programming: misalnya, aturan-aturan yang diset
oleh user untuk menyortir email.
- Competence: tergantung user.
- Trust: percayakah dengan kemampuan programming Anda?
- Knowledge-based approach: misalnya, membangun suatu sistem
dengan keahlian mengenai domain dan tugas user.
- Competence: knowledge engineer melakukan pekerjaan yang
sangat banyak.
- Trust: diprogram oleh orang lain, user tidak tahu
batasannya dan bagaimana bekerja.
Beberapa contoh agent diantaranya:
- Electronic mail agent: memprioritaskan, menghapus,
men-forward, mengurutkan dan menyimpan pesan-pesan.
- Meeting scheduling agent: membantu user untuk menjadwalkan
rapat (menerima, menolak, menjadwalkan, menjadwalkan ulang,
negosiasi waktu rapat, dsb).
Intinya, dengan keberadaan agent ini diharapkan user tidak perlu
memilah-milah informasi (pesan) yang diterimanya secara manual. User
hanya menetapkan rules bagi agent dan berdasarkan rules tersebut
agent akan bekerja secara otomatis.
Berbicara tentang kelebihan informasi ini, ada suatu jargon yang
tidak akan lepas dari masalah ini, yaitu information filtering dan
information retrieval. Information filtering merupakan sekumpulan
proses yang melibatkan pengiriman informasi ke user yang
membutuhkannya. Sedangkan yang melakukannya disebut dengan System
Filtering. Dalam kerjanya sistem ini berurusan dengan data yang
mengalir (bisa dikatakan tidak diminta), kemudian menentukan mana
yang dibutuhkan oleh user dan membuang data yang tidak dibutuhkan.
Semuanya dilakukan berdasarkan apa yang disebut dengan user profile
yang berisi minat jangka panjang dari user.
Berbeda dengan information filtering, information retrieval
menyediakan informasi berdasarkan permintaan user melalui query
(keyword, frasa) dan informasi yang dihasilkan tersebut berdasarkan
data yang sudah pernah disimpan sebelumnya. Information retrieval
diimplementasikan pada search engine.
Referensi:
- Ching Kang Cheng dan Xiaoshan Pan, Using perception in
managing unstructured documents, https://openmail2.calpoly.edu/
- Gerard Salton, Research Interests
- Hypermedia and the World Wide Web,
http://www.aw-bc.com/DTUI3/chapters/ch16.html
- Kenichi Kamiya, Martin Röscheisen, dan Terry Winograd,
Grassroots: A System Providing A Uniform Framework for
Communicating, Structuring, Sharing Information, and Organizing
People, Computer Networks and ISDN Systems, Volume 28, issues
7–11, p. 1157
- Nicholas J. Belkin dan W. Bruce Croft, Information
Filtering and Information Retrieval: Two Sides of the Same
Coin?, Communication of the ACM Vol.35, No. 12:29-38, December
1992
- Pattie Maes, Agents that Reduce Work and Information
Overload, Communication of the ACM Vol. 37, No. 7:31-40, July
1994
- Prof. Ray Larson, Principle of Information Retrieval,
University of California, Berkeley, Spring 2005
- Resnick P. dan Varian, H.R., Recommender Systems, Commun
ACM 40, 56-58, 1997
- Robert M. Losee, Jr., Minimizing Information Overload:
The Ranking of Electronic Messages, Journal of Information
Science, 15(3):179-189, June 1998
- Usability First: Usability Glossary,
http://www.usabilityfirst.com/glossary/
- Vannevar Bush, As We May Think, The Atlantic Monthly,
1945
Demikian tulisan terjemahan mengenai informasi yang berlebihan
kali ini. Semoga
bermanfaat bagi Anda semuanya. Jika ada saran atau komentar bisa
dilayangkan ke
arioss@softhome.net. Untuk membaca tulisan menarik lainnya
silakan menuju ke situs Sony AK Knowledge Center dengan alamat di
www.sony-ak.com.
Terimakasih.
| Send
your comments or suggestions |
|
|
|
|