|
Kita semua memahami bahwa informasi yang akurat, lengkap dan cepat
akan mempengaruhi kualitas setiap pengambilan keputusan. Informasi
adalah darah yang mengaliri (lifeblood) setiap detak nadi
perusahaan/organisasi. Teknologi informasi dan komunikasi saat ini
membuat semuanya menjadi semakin serba cepat, sehingga keputusan-pun
dapat diambil dalam waktu yang lebih singkat. Seorang pimpinan
perusahaan yang tadinya baru mengetahui kondisi perusahaan sebulan
sekali namun karena teknologi informasi dan komunikasi ia dapat
mengetahui kondisi 'kesehatan' perusahaan setiap hari. Kelakarnya,
stress yang sebelumnya terjadi dalam periode bulanan, kini hadir
dalam hitungan hari. Dalam konteks persaingan perusahaan, informasi
yang cepat, harus diikuti dengan respons tindakan yang cepat. Jika
tidak, pesaing akan selalu berada sekian langkah di depan kita.
Knowledge Management (KM) adalah sistem yang diciptakan agar
knowledge (pengetahuan + pengalaman) organisasi dapat selalu
terdokumentasi dan dapat diambil dengan cepat. Tujuannya, agar
perusahaan tidak selalu mengulangi aktivitas yang sama secara
berulang-ulang yang akan banyak menyita waktu, biaya dan kehilangan
kesempatan. Contoh paling mudah dari penerapan prinsip ini adalah
ketika perusahaan baru saja merekrut karyawan baru untuk posisi
pemasaran. Seorang karyawan baru selain dibekali dengan daftar
uraian tugas dan tanggung jawab (job description) dan serangkaian
pelatihan tentang tugas pokoknya, lebih dari itu ia memerlukan
seperangkat knowledge perusahaan dalam menghadapi pasar riil selama
ini. Apabila dokumentasi knowledge perusahaan tersedia dan membentuk
apa yang disebut sebagai memori organisasi (organizational memory),
si karyawan baru itu akan lebih cepat dan mudah belajar serta
berdaptasi dengan tuntutan pekerjaannya. Memori organisasi yang
terdokumentasi juga bermanfaat agar setiap orang dapat belajar dan
menghindari kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan organisasi
pada masa lalu. Oleh karena itu, apabila memori organisasi dapat
mencakup semua fungsi dalam perusahaan, melalui evaluasi yang
menyeluruh akan diperoleh kesimpulan bahwa ternyata banyak aktivitas
baru yang tidak selalu harus dimulai dari nol, sehingga sebenarnya
banyak hal yang dapat dihemat. Pada gilirannya, waktu dan biaya akan
dapat difokuskan untuk meningkatkan kemampuan inovasi produk atau
jasa perusahaan kepada pelanggan.
Iklim inovasi dalam perusahaan
Jika efisiensi waktu dalam bekerja telah tercapai sehingga waktu
yang tersedia dapat dialokasikan untuk melakukan inovasi, sejalan
dengan itu upaya yang dilakukan adalah penciptaan iklim yang
inovatif dalam perusahaan. Seorang pemimpin perusahaan perlu
menyadari bahwa iklim yang inovatif tidak datang begitu saja.
Menurut J.P.J De Jong dan R. Kemp (2003) kondisi-kondisi yang
mendorong inovasi dalam perusahaan adalah:
- Selalu ada tantangan kerja
- Keleluasaan untuk menentukan cara kerja yang berorientasi
pada hasil
- Arah yang jelas dari perusahaan
- Iklim yang selalu mendukung gagasan baru
- Kontak eksternal yang intensif dengan pelanggan, rekanan,
pemasok, bahkan pesaing
- Identitas perbedaan yang jelas dengan pesaing
- Adanya permintaan (demand) yang selalu bervariasi.
Dalam iklim yang inovatif untuk menghasilkan produk atau jasa
secara lebih baik, lebih murah dan lebih cepat, perubahan adalah
denyut nadi organisasi. Kalau tidak ada yang berubah, tidak ada hal
baru setiap hari, gairah kerja akan menjadi menurun. Hal ini berbeda
dengan kondisi organisasi yang umumnya bersifat statis dan takut
melakukan perubahan, karena memang harus diakui pula bahwa seluruh
tuntutan perubahan pada umumnya akan membuat rasa kurang nyaman
dalam atmosfir organisasi. Ibarat awak kabin pesawat udara yang
terlatih, dalam keadaan segenting apapun ia harus dapat dapat
menenangkan semua penumpang yang ada di dalam pesawat, maka seorang
pemimpin dalam organisasi secara kontinyu harus dapat memberi
semangat sekaligus ketenangan dan pengertian bahwa organisasi hidup
di alam yang selalu berubah.
Lendy Widayana adalah aktivis bidang TI komunitas Tali Ajar. Saat
ini bekerja sebagai Direktur Eksekutif Ciputra Cyber Institute
Surabaya.
Demikian tulisan singkat mengenai mengelola informasi untuk
perusahaan. Semoga bermanfaat bagi Anda semuanya. Saran dan komentar bisa dilayangkan langsung ke
lendy@ciputracyberinstitute.com. Untuk membaca tulisan menarik lainnya silakan menuju ke situs Sony AK Knowledge Center di
www.sony-ak.com.
Terimakasih.
| Send
your comments or suggestions |
|
|
|