|
Inti dari Knowledge Management (KM) adalah sistem yang membuat agar
pertukaran dan transformasi knowledge (pengetahuan + pengalaman) di
antara semua pelaku organisasi akhirnya dapat menjadi nafas
organisasi. Pada kesempatan ini penulis ingin berbagi pengalaman
bagaimana embrio aktivitas KM di organisasi tempat penulis bekerja.
Setiap enam bulan kami di Ciputra Cyber Institute (CCI) Surabaya (www.ciputracyberinstitute.com)
mengadakan penilaian rekan kerja satu departemen maupun lintas
departemen tentang knowledge-sharing (berbagi pengetahuan +
pengalaman). Penilaian itu dilaksanakan melalui polling dari semua
karyawan dan manajemen untuk menilai siapa di antara mereka yang
dianggap paling sering berbagi knowledge. Tentunya knowledge yang
dapat langsung diterapkan untuk memecahkan masalah-masalah pekerjaan
yang dihadapi oleh sesama rekan kerja. Penilaian juga dilakukan
untuk inovasi yang lahir dalam periode yang sama.
Bagi siapa yang mendapat nilai tertinggi mendapat pengakuan
berupa penghargaan dari perusahaan. Bentuk penghargaan ini bisa
berbagai macam. Namun penghargaan yang baik adalah berupa sesuatu
yang berguna bagi sang pemenang untuk juga memecahkan masalah
pekerjaannya. Pengalaman di beberapa perusahaan lain ada yang
memberi bonus berupa uang, mengikuti berbagai training/seminar yang
bermutu tinggi, buku, paket wisata dan lain-lain.
Pada tahap perkembangan selanjutnya, sistem penilaian dan
penghargaan knowledge-sharing ini dapat dijadikan satu dengan sistem
penilaian kinerja karyawan (performance appraisal) dan hal-hal lain
yang merupakan wujud dari apresiasi manajemen terhadap aset
knowledge secara obyektif.
Memulai kegiatan knowledge-sharing
Memang pada dasarnya aktivitas knowledge-sharing bahkan telah
menjadi kebiasaan tanpa disadari sudah terjadi dalam organisasi.
Juga di Indonesia, nongkrong sesama kolega di café, resto, ngobrol
dan lobby ketika rehat di acara seminar, sampai nongkrong bareng di
diskotik atau karaoke bagi sesama profesional atau networking sesama
profesi adalah juga knowledge-sharing. Akan tetapi menjadikan
knowledge-sharing sebagai budaya organisasi agar knowledge tersebut
dapat tersimpan rapi, terdokumentasi dengan struktur yang sistematis
sehingga mudah untuk diakses kembali bukanlah pekerjaan yang mudah.
Pada saat awal mensosialisasikan perlunya aktivitas
knowledge-sharing dalam KM akan sering timbul pertanyaan, “Apa
untungnya bagi saya untuk berbagi dengan yang lain ?” Dan “Apakah
orang lain juga mau berbagi seperti yang saya lakukan ?” Menurut
Vaas, 1999, alasan mengapa orang tidak mau melakukan
knowledge-sharing adalah:
- Mau berbagi pengetahuan namun tidak cukup waktu untuk itu
- Tidak mempunyai ketrampilan dalam KM
- Tidak mengerti tentang KM dan manfaatnya
- Tidak ada komitmen dari manajer senior
- Tidak ada dana untuk KM
- Kegagalan untuk mendorong knowledge-sharing sebagai budaya
Dari beberapa poin tadi, maka pra kondisi yang perlu dilakukan
oleh organisasi sebelum menciptakan budaya knowledge-sharing adalah
membangun iklim saling percaya (trust) di setiap pelakunya.
Kepercayaan ini akan terbentuk apabila didahului dengan kepeloporan
dan keteladanan dari para pemimpin dan petinggi organisasi untuk
memulai berbagi knowledge. Kepeloporan dan keteladanan ini dapat
dilakukan melalui pembuktian bahwa dengan saling berbagi pengetahuan
dan pengalaman, semua masalah dapat dipecahkan secara lebih mudah,
efisien dan cepat. Kepemimpinan dalam KM adalah secara terus menerus
dan konsisten memberi inspirasi kepada karyawan tentang aktivitas
dan manfaat KM secara nyata bagi semua elemen organisasi. Pemimpin
harus menciptakan iklim bahwa seorang karyawan tidak lagi merasa
sendirian dalam memecahkan masalah apapun dalam pekerjaan.
Membangun aset knowledge memang baru akan nampak hasil dan
manfaatnya apabila kita telah berhasil menjadikan knowledge sebagai
bahtera yang akan mengantarkan organisasi mencapai pulau tujuannya.
Lendy Widayana adalah moderator pada mailing list Indonesia
Knowledge Management Community. Beliau juga aktivis bidang TI di
Komunitas Peduli Belajar (Tali Ajar) Malang dan saat ini bekerja
sebagai Direktur Eksekutif di Ciputra Cyber Institute Surabaya.
Artikel ini pernah dimuat di harian Radar Malang tanggal 17 Maret
2004.
Demikian tulisan singkat mengenai penghargaan bagi mereka yang
mau berbagi. Semoga bermanfaat bagi Anda semuanya. Saran dan komentar bisa dilayangkan langsung ke
lendy@ciputracyberinstitute.com. Untuk membaca tulisan menarik lainnya silakan menuju ke situs Sony AK Knowledge Center di
www.sony-ak.com.
Terimakasih.
| Send
your comments or suggestions |
|
|
|