|
Terjun ke lapangan dan blusukan ke daerah memang menarik untuk
mengetahui kondisi nyata bagaimana metode seperti KM ini dapat
berguna bagi orang banyak. Selang beberapa waktu lalu saya sempat
diundang untuk memberi masukan tentang strategi penggunaan Internet
kepada koperasi yang anggotanya para pengusaha industri kecil dan
menengah di Sidoarjo. Dari situ saya makin memahami bahwa banyak
usaha kecil yang sebenarnya mempunyai potensi untuk memperluas
jangkauan pasarnya karena memang produknya banyak diminati pasar dan
cukup berkualitas. Namun karena keterbatasan knowledge (pengetahuan
+ pengalaman) yang dimiliki akhirnya kendala ini menjadi penghalang
untuk memperluas pasar dan meningkatkan volume bisnisnya. Ambil
contoh, walupun produk yang dibuat adalah hasil industri rumah
tangga, namun apabila pasar yang dibidik adalah pasar kelas atas,
tentu knowledge yang diperlukan adalah pola belanja dari konsumen
kelas itu. Langkah yang dapat ditempuh adalah dengan mendatangkan
pakar atau praktisi pemasaran sebagai sumber knowledge yang mengerti
benar tentang perilaku konsumen kelas premium. Jadi bukan lagi
konsep pemasaran yang umum dan tidak mengikuti perubahan jaman.
Pemerintah sebagai pembina industri kecil dapat memfasilitasi
kegiatan-kegiatan seperti ini. Lembaga pembiayaan, selain
mengucurkan dana juga dapat menjadi organizer untuk mengucurkan
knowledge bagi pemberdayaan berbagai aspek kepada pengusaha yang
dibiayai. Knowledge yang diperlukan juga termasuk bagaimana mengolah
data dan memanfaatkan informasi melalui penggunaan teknologi
informasi sebagai alat bantu. Seperti misalnya saat ini melalui
Internet dapat diakses informasi mengenai permintaan macam-macam
komoditi yang diperlukan oleh berbagai negara. Namun untuk
mendapatkan informasi ini, diperlukan knowledge agar informasi dari
Internet itu dapat menjadi suatu peluang. Pemberdayaan knowledge
juga dapat dilakukan dengan membagi seri VCD hiburan yang dikemas
juga dengan ragam informasi yang sarat akan cerita pengetahuan,
pengalaman dan pesan-pesan motivasi yang membangkitkan semangat
berusaha.
Di sisi pelaku bisnis
Pada sisi yang lain, pelaku industri kecil tentu tidak hanya bisa
berdiam diri menanti bantuan. Inisiatif dapat dilakukan dengan
mengajak sekolah atau perguruan tinggi komputer untuk melakukan
kerja praktek membuat situs web di Internet untuk pemasaran. Selain
itu, untuk kepentingan bahasa para mahasiswa sekolah bahasa dapat
dilibatkan pula untuk mempraktekkan kepandaiannya dalam membuat
brosur atau isi situs web dalam bahasa Inggris.
KM dan ukuran usaha
KM untuk perusahaan besar atau kecil mempunyai tujuan yang sama,
yaitu sistem untuk mendayagunakan aset knowledge untuk
mempertahankan hidup dan meningkatkan daya saing perusahaan. Bagi
perusahaan kecil dengan jumlah karyawan yang tidak terlalu banyak,
sebenarnya akan lebih mudah menciptakan, mendokumentasikan dan
menyebarkan knowledge. Keadaan ini merupakan suatu keuntungan bagi
perusahaan untuk memulai sesuatu yang baru dan dapat lebih cepat
beradaptasi dengan perubahan.
Dari segi kemajuan suatu negara pun, KM tidak selalu ada di
negara yang telah maju. Di negara berkembang lain, Nicolas
Gorjestani konsultan senior Bank Dunia pada tahun 2002 menerapkan KM
bagi masyarakat pertanian di negara-negara Afrika. Ia bertujuan
untuk memberdayakan masyarakat untuk dapat memanfaatkan berbagai
sumber knowledge yang diperlukan, berhubungan dengan praktisi yang
telah berpengalaman dan belajar bersama untuk menggunakan teknologi
modern. Di Taiwan, KM untuk usaha kecil dan menengah (UKM) telah
menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Nasional sampai tahun 2008.
Rencana ini mencakup hubungan pengembangan knowledge antar entitas
pengusaha dengan pengusaha, pengusaha dengan pasar dan pengusaha
dengan pemerintah. Di negeri kita memang seharusnya percepatan agar
masyarakat menjadi semakin pandai mengelola sumber daya perlu
menjadi prioritas, agar kita tidak saja menjadi konsumen yang baik
di negeri sendiri.
Lendy Widayana adalah moderator pada mailing list Indonesia
Knowledge Management Community. Beliau juga aktivis bidang TI di
Komunitas Peduli Belajar (Tali Ajar) Malang. Saat ini bekerja
sebagai Direktur Eksekutif Ciputra Cyber Institute Surabaya. Tulisan
ini pernah dimuat pada Harian Radar Malang pada tanggal 12 April
2004.
Demikian tulisan singkat mengenai bagaimana caranya menerapkan
dalam UKM. Semoga bermanfaat bagi Anda semuanya. Saran dan komentar bisa dilayangkan langsung ke
lendy@ciputracyberinstitute.com. Untuk membaca tulisan menarik lainnya silakan menuju ke situs Sony AK Knowledge Center di
www.sony-ak.com.
Terimakasih.
| Send
your comments or suggestions |
|
|
|