|
Tulisan ini pernah disajikan sebagai bahan diskusi Kelompok Studi
Network Indonesia pada tahun 1999. Pada kesempatan ini penulis
akan menerangkan bagaimana mekanisme berjalannya sebuah TCP/IP
network yang berbasis Ethernet.
Terms:
- setiap device dalam TCP/IP network mempunyai alamat IP - 32
bits
- setiap Ethernet device mempunyai alamat sendiri - 48 bits
- alamat IP melakukan korespondensi dengan alamat Ethernet
Dimana letak protokol ARP?
ARP merupakan bagian dari protokol IP pada network layer (lihat
gambar bawah).

Dan gambar di bawah ini adalah 'zoom' dari protokol ARP ini.

ARP digunakan untuk mengubah alamat IP menjadi alamat Ethernet
(sebenarnya tidak selalu harus Ethernet). Pengubahan alamat ini
hanya digunakan untuk packet IP yang keluar, karena hal ini terjadi
pada IP header dan Ethernet header yang di 'create'. Ketika sebuah
node mengirim packet menggunakan IP, node tersebut perlu menentukan
alamat (Ethernet) yang mana dalam network tersebut yang menjadi
alamat tujuan.
Ingat bahwa Ethernet berada pada layer di bawah IP layer,
sehingga untuk di transmisikan pada layer physical, maka alamat
Ethernet itulah yang akan dikenal pada jaringan Ethernet itu
sendiri.
Untuk menemukan alamat fisik Ethernet nya (contoh = 08 00 39 00
2F C3), node tsb mem-broadcast sebuah paket ARP yang berisi alamat
IP tujuan ke semua nodes dalam network itu (lihat gambar bawah). ARP
meminta "jika alamat IP cocok dengan alamat tujuan yang dimiliki
oleh alamat Ethernet, katakan alamat Ethernet mu". Kemudian node
yang 'membalas' request tadi akan mengirim kembali alamat fisik
Ethernet kepada node requester (peminta). Karena mekanismenya
seperti ini, maka setiap node akan menyimpan sebuah tabel ARP.
Setelah alamat Ethernet diketahui, maka komunikasi dapat
dilangsungkan.

Pertanyaan timbul, bagaimanakah jika sebuah station menggunakan
diskless (tanpa disk). Bagaimanakah station tersebut mendapat alamat
IP nya? Mekanisme ini adalah kebalikan dari proses ARP, yaitu dengan
menggunakan protokol RARP (Reverse Address Resolution Protocol),
yang mengubah Ethernet address menjadi IP address.
Untuk mempercepat transmisi paket data dan memperkecil jumlah
permintaan broadcast alamat yang dapat mengakibatkan padatnya jalur
pada Ethernet backbone (dapat dibayangkan jika setiap saat
pengiriman data akan dilakukan antar node diperlukan proses
menanyakan alamat Ethernet nya). Untuk itulah maka setiap node akan
menyimpan data yang disebut ARP table.
Terdapat kolom alamat IP dan alamat Ethernet. Contohnya:

Alamat Ethernet akan selalu tetap pada sebuah card interface
Ethernet, karena alamat ini ditentukan oleh pabrik pembuat card nya
berdasarkan alokasi dan kesepakatan yang dibuat oleh IEEE 802.3
terhadap manufakturnya.
Bagaimana berjalannya ARP Request dan Response? Lihat diagram
ini:



Proses di atas berjalan dalam waktu milidetik dan bersifat
otomatis.
Lendy Widayana adalah moderator pada mailing list Indonesia
Knowledge Management Community. Beliau juga aktivis bidang TI di
Komunitas Peduli Belajar (Tali Ajar) Malang. Saat ini bekerja
sebagai Direktur Eksekutif Ciputra Cyber Institute Surabaya.
Demikian tulisan singkat mengenai pengenalan ARP (Address
Resolution Protocol). Semoga bermanfaat bagi Anda semuanya. Saran dan komentar bisa dilayangkan langsung ke
lendy@ciputracyberinstitute.com. Untuk membaca tulisan menarik lainnya silakan menuju ke situs Sony AK Knowledge Center di
www.sony-ak.com.
Terimakasih.
| Send
your comments or suggestions |
|
|
|