|
Rekan-rekan sekalian, pembahasan teknis artikel kali ini akan
mengetengahkan cara mengedit package pada Yukon lewat Business
Intelligence Development Studio yang akan memudahkan para developer
melakukan pengeditan package yang telah dicreate lewat Import/Export
wizard sebelumnya. Beberapa elemen yang perlu diketahui dalam SSIS
designer adalah:
- Precedence constraints
Yukon memberikan 3 pilihan untuk precedence constraints yaitu :
success, failure, dan completion, selain itu untuk task yang
sama precedence constraint menggunakan operator AND dan OR.
Operator AND digunakan apabila semua constraints harus dipenuhi
oleh sebuah task sebelum task tersebut dieksekusi. Operator OR
digunakan apabila salah satu constraints dipenuhi oleh sebuah
task sebelum task tersebut dieksekusi. Operator AND ditandai
dengan garis solid, sedangkan operator OR ditandai dengan garis
putus-putus. Apabila Anda membuka Precedence Contraint Editor,
didalam Evaluation operation field akan terdapat pilihan:
Constraint, Expression, Constraint and Expression, atau
Constraint or Expression. Jika anda memilih constraint, SSIS
akan hanya menentukan apakah sebuah task dieksekusi atau tidak
berdasarkan constraint saja. Bila Anda memilih expression maka
SSIS menentukan dieksekusi atau tidaknya sebuah task hanya
berdasarkan expression saja, untuk pilihan constraint and
expression berarti SSIS akan mengevaluate berdasarkan constraint
dan expression dalam menentukan apakah dieksekusi atau tidaknya
sebuah task, untuk pilihan constraint or expression berarti SSIS
akan melihat salah satu dari constraint dan expression yang
perlu disatisfy oleh task sebelum SSIS itu membolehkan
task tersebut dieksekusi.
- Context menu pada setiap task dan object di dalam SSIS
designer
Business intelligence development studio memudahkan developer
dalam menggunakan SSIS lewat menu right click (context menu)
pada dalam environment development-nya. Salah satu elemen
context menu yang menarik adalah sub menu Disable yang
memungkinkan developer mendisable sebuah task, maupun sebuah
container ataupun beberapa task sekaligus. Setting property yang
harus dipenuhi sebuah task sehubungan dengan precedence
constraint adalah ExecutionResult property sehingga memungkin
developer mensimulate task tertentu agar bisa selalu dijalankan
maupun bisa selalu tidak dijalankan karena gagal. Secara default
setting ExecutionResult adalah succeed, sehingga task tersebut
selalu dijalankan tanpa perlu mempertimbangkan precedence
constraint yang merupakan prasyarat agar task tersebut bisa
dijalankan.
- Fitur debugging pada business intelligence development
studio
Fitur-fitur yang memudahkan designer SSIS untuk melakukan
debugging antara lain dengan fitur breakpoint dan fitur warning
pada task sehingga mengurangi kemungkinan compile error yang
terjadi.
Mari kita mulai dengan cara mengedit DTS package di dalam
business intelligence development studio.
- Navigasi ke business intelligence development studio seperti
pada gambar berikut ini.

- Lalu buatlah solution baru dengan memilih File-new-project
seperti pada gambar di bawah ini:

- Pilihlah project tipe “Integration Services Project” yang
ada di bawah sub menu “Business Intelligence Projects”. Dan beri
nama project : EditPackage, lalu klik OK.

- Dibawah folder SSIS packages, tambahkan packages lewat sub
menu “Add Existing Package” didalam context menu pada folder
“SSIS Packages”.

- Apabila package tersebut tersimpan dalam bentuk format XML
maka pilihlah pilihan “File System”, tentukan jenis otentikasi,
dan pilihlah package path yang akan ditambahkan ke dalam
solution untuk di lakukan peng-editan.

- Pilih package seperti pada gambar di bawah ini, lalu “Open”.

- Double click package tersebut, maka akan muncul SSIS
designer seperti pada gambar di bawah ini.

- Double click “Data Flow Task” pada tab “control Flow” maka
akan ditampilkan isi dari “Data Flow Task” pada tab “Data Flow”
seperti pada gambar di bawah ini. Gambar di bawah ini memberikan
ilustrasi bahwa source berapa flat file dan destination berupa
database sehingga connection managernya berisi
“FlatFileSourceConnection” dan “OleDbDest”.


Designer di atas memberikan gambaran transformasi data yang
sederhana yang hanya melibatkan source ke destination. Yang ingin dienhance
kali ini adalah melakukan pengeditan sedemikian rupa sehingga hanya
row-row dari destination yang memenuhi criteria Postal Code antara
97000 dan 99000 yang dimasukkan ke dalam destination, sehingga kita
perlu menambahkan beberapa task yaitu: Data Conversion Task, Filter
Task dan Row Count Task yang hasil akhirnya dapat dilihat pada
gambar di atas.
Nama yang saya berikan untuk Filter Task adalah : “Filter for
rainy states”, yang bila eksekusi (tekan F5 seperti layaknya di
visual studio) maka designer akan memberikan gambaran jumlah row
yang memenuhi dan tidak memenuhi criteria [PostalCode as Integer] >
97000 && [PostalCode as Integer] < 99000 yang bisa diinput lewat
Filter Task. Apabila tidak mensatisfy kondisi di atas maka
row tersebut diarahkan ke Row Count Task.
Demikian pembahasan teknis artikel kali ini mengenai enhancement
package lewat pengeditan di dalam Business Intelligence Development
Studio, lewat program group SQL Server 2005 (Yukon). Semoga berguna bagi Anda semuanya. Untuk membaca tulisan menarik lainnya
silakan menuju ke situs Sony AK Knowledge Center dengan alamat di
www.sony-ak.com.
Kasim Wirama adalah pemegang sertifikasi MCSD.NET dan MCDBA.
Tulisan ini bersumber dari blog beliau yang ada pada alamat
http://blogs.netindonesia.net/kasim.wirama/
Terimakasih.
| Send
your comments or suggestions |
|
|
|