|
Teknologi di bidang telekomunikasi memang berkembang sangat cepat,
dimana kita dituntut untuk bisa menciptakan inovasi-inovasi baru
dari teknologi yang telah ada sebelumnya, sehingga bermanfaat bagi
pihak-pihak yang berkepentingan. Tidak salah jika kita lebih
mengetahui secara jelas teknologi yang telah ada untuk dijadikan
referensi pengembangan pengetahuan. Salah satu teknologi yang sudah
ada dan tersedia adalah teknologi jaringan HFC (Hybrid Fiber Coax).
Hybrid Fiber Coax atau biasa disebut dengan HFC merupakan salah satu
alternatif jenis teknologi jaringan akses yaitu, Full Service Access
Network menggunakan media fisik (wireline), selain itu juga ada
Hybrid Fiber Cooper dan Full Fiber. Full Service Access Network
merupakan jaringan akses yang dapat memberikan layanan berbasis
suara (voice), data, dan video melalui suatu platform jaringan akses
yang sama.
Sedangkan jaringan akses sendiri, didefinisikan sebagai jaringan
yang menghubungkan antara Service Network Interface (SNI) dengan
User Network Interface (UNI). Aplikasi jaringan akses dapat dilihat
pada Public Switched Telephone Network (PSTN) yang memberikan
layanan telepon, dimana jaringan aksesnya berupa hubungan antara
sentral telepon dengan pesawat telepon.
Selain jaringan akses, ada pula jaringan transport, yaitu
jaringan yang menghubungkan antara Service Network Interface (SNI)
yang satu dengan yang lainnya. Dapat dianalogikan pada PSTN yaitu
hubungan antar sentral telepon satu dengan yang lainnya.
Definisi Jaringan HFC
Jaringan HFC merupakan evolusi teknologi jaringan Cable TV (CaTV)
berbasis kabel koaksial sebagai media transmisi untuk aplikasi
layanan TV Broadcast. Tuntutan kebutuhan akan teknologi terutama
fitur-fitur layanan yang diinginkan semakin bertambah, maka pada
perkembangan jaringan akses selanjutnya ditambahkan layanan Video on
Demand (VoD), data, telepon, serta layanan TV Broadcast sendiri pada
aplikasi layanan jaringan HFC.
Hybrid Fiber Coax merupakan salah satu teknologi jaringan akses
yang dibentuk atas dasar kombinasi jaringan optik dan koaksial.
Awalnya, teknologi HFC banyak digunakan oleh operator TV kabel untuk
menyalurkan layanan TV secara broadcast melalui kabel. Namun,
seiring perkembangan jaman, teknologi HFC lebih berkembang dalam
fitur-fitur layanannya secara sekaligus, yaitu TV kabel itu sendiri,
telepon, internet, dan Video on Demand. Fitur-fitur tersebut
memungkinkan dikirimkan sekaligus menggunakan jaringan HFC, yang
memiliki kemampuan penyediaan bandwidth yang besar dan kecepatan
transmisi data yang tinggi.

Kebutuhan multimedia yang lebih interaktif merupakan salah satu
aspek penting penunjang berkembangnya jaringan HFC. Jaringan HFC
yang semula dirnacang untuk infrastruktur layanan searah,
dioptimalisasi menjadi infrastruktur layanan pita lebar dua arah,
sehingga menjadikan layanan HFC sebagai alternative layanan yang
ekonomis diantara beberapa perencanaan platform jaringan akses pita
lebar yang lain, seperti ASDL dan SDV.
Keunggulan jaringan HFC adalah mengkombinasikan keunggulan lebar
pita frekuensi serat optik yang sangat lebar, dan sifat shared kabel
koaksial.
Sedangkan keunggulan dari serat optik itu sendiri adalah, pada
penggunaan jaringan utama TV Kabel adalah untuk mereduksi derau yang
disebabkan oleh penguat yang dikaskade, sehingga menghasilkan
kualitas sinyal di jaringan kabel koaksial tetap terjaga dengan
baik. Selain itu, kelebihan serat optik adalah dapat meningkatkan
kehandalan dalam perencanaan kabel.
Sistem transmisi yang digunakan pada jaringan HFC adalah
transmisi analog dengan menggunakan metoda Sub Carrier Multiplexing
(SCM), dimana semua sinyal informasi untuk layanan TV Broadcast,
VoD, data, dan telepon dimodulasi terlebih dahulu menjadi sinyal RF,
kemudian sinyal RF tersebut diubah menjadi sinyal optik dan
dikirimkan menggunakan media transmisi fiber optik sampai ke fiber
node. Pada fiber node, sinyal optik diubah kembali menjadi sinyal RF
dan didistribusikan ke rumah-rumah pelanggan menggunakan kabel
koaksial. Di rumah pelanggan, sinyal RF kemudian diubah kembali
menjadi sinyal informasi semula oleh terminal pelanggan yang sesuai
untuk masing-masing layanan.
Komponen – komponen penyusun jaringan HFC
- Mater Headend, sebagai pusat layanan informasi dari jaringan
HFC, dimana sinyal dari berbagai sumber (seperti sinyal satelit,
sinyal off air) diterima dan diubah menjadi bentuk transmisi
sinyal RF.
- Distribution Hub, pusat distribusi jaringan akses yang
menuju rumah-rumah pelanggan. Dapat dianalogikan dengan STO pada
PSTN.
- Fiber Node, terdiri atas optoelektronik dan power inserter,
berfungsi untuk mengubah sinyal optik menjadi sinyal elektrik,
kemudian didistribusikan ke jaringan koaksial atau sebaliknya.
- Express Amplifier, sebagai penguat level sinyal yang turun
akibat redaman transmisi pada kabel express yang bertujuan untuk
memperluas jangkauan pelayanan fiber node.
- Feeder Amplifier, sebagai penguat pada jaringan kabel
koaksial yang menuju ke pelanggan.
- Tap, adalah gabungan dari splitter dan directional couplers,
sebagai komponen pasif untuk mencabangkan sinyal dari kabel
koaksial ke rumah-rumah pelanggan secara efektif.
- Splitter, merupakan komponen pasif yang digunakan untuk
membagi suatu sinyal input ke dua kabel output dengan sama
besar.
Segmentasi Jaringan HFC
Adapun segmentasi pada jaringan HFC, dapat dikelompokkan menjadi 4
segmen dengan fungsi yang berbeda, yaitu:
- Segmen 1
Optikal Transport Link atau jaringan transport optik, atau
dikenal dengan jaringan trunk, yaitu hubungan antara headend
dengan distribution hub, baik berupa transmisi analog maupun
transmisi digital.
- Segmen 2
Optikal Distribution Link ( Jaringan Distribusi Fiber ), untuk
menghubungkan antara distribution hub dengan fiber node
menggunakan teknologi optik analog.
- Segmen 3
Coaxial Distribution Link (Jaringan Distribusi Koaksial), untuk
mendistribusikan sinyal RF yang membawa layanan jaringan HFC
dari fiber node ke lokasi-lokasi pelanggan atau sebaliknya.
Jaringan distribusi koaksial ini membentuk struktur jaringan
tree and branch, terdiri atas komponen-komponen jaringan.
- Segmen 4
Drop pelanggan, merupakan hubungan terakhir antara sistem feeder
pasif, yaitu tap ke rumah atau CIU.
Aplikasi Layanan HFC
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengklasifikasikan
jenis-jenis aplikasi layanan HFC, antara lain adalah:
- Layanan video
Diantaranya adalah off air TV, Pay per View, Pay per Channel,
Video on Demand, Game on Demand, Music on Demand.
- Layanan data, antara lain adalah:
- Portal services
- e-commerce
- telemedicine
- telelearning
- VoIP
- Video conference
- Video streaming
- Audio streaming
- Layanan suara, berupa layanan telepon dengan teknik packet
cable dengan standar NCS-MGCP yang sekualitas dengan PSTN.
Namun, perancangan jaringan HFC sendiri, memerlukan dukungan dari
semua infrastruktur yang ada, diantaranya adalah pengumpulan data,
baik internal maupun eksternal, kemudian diperlukan juga persyaratan
teknis, dan yang terpenting adalah adanya tenaga ahli yang
professional di bidangnya agar dapat menjalankan perencanaan dengan
matang dengan keberhasilan sesuai yang diharapkan.
Demikian tulisan mengenai teknologi ADSL bagi jaringan internet
berkecepatan broadband. Semoga bermanfaat bagi Anda semua. Jika ada komentar atau saran bisa dikirimkan melalui
ukhti_echa@yahoo.com. Untuk membaca tulisan menarik lainnya
silakan menuju ke situs Sony AK Knowledge Center dengan alamat di
www.sony-ak.com.
Terima kasih.
| Send
your comments or suggestions |
|
|
|