Secure Sockets Layer
Secure Sockets Layer atau SSL adalah suatu protokol yang
mendeskripsikan mengenai bagaimana agar aplikasi yang berbasis
client/server bisa berjalan aman dan juga cepat. Protokol keamanan
SSL memberikan fasilitas enkripsi data, autentikasi server,
integritas pesan dan juga pilihan untuk autentikasi client bagi
koneksi TCP/IP pada lapisan transport (layer 4).Netscape
Communications Corporation membangun protokol asli dari SSL ini pada
tahun 1994. Versi pertama yang dirilis, versi 2.0, mendukung
algoritma RSA untuk enkripsi dan juga sertifikat X.509 untuk
autentikasi. Pada tahun 1996, Netscape merilis SSL 3.0, yang mana
sudah termasuk dengan fitur-fitur baru dan juga peningkatan lainnya.
SSL 3.0 mendukung lebih banyak algoritma kriptografi dan juga
menggunakan teknik autentikasi yang lebih canggih, termasuk multiple
client dan server certificate. Protokol SSL, di sisi lain, telah
menjadi standar yang diterima secara luas pada dunia web atau
komunikasi berbasis HTTP. SSL juga telah diimplementasikan pada
hampir semua browser yang ada.
Performa SSL
Ada banyak hasil "test" yang melaporkan mengenai performa dari SSL,
tetapi setiap kasus memang unik. Secara umum, proses kriptografi
yang terjadi pada saat handshaking SSL memang akan membawa pengaruh
pada web server dalam mengirimkan konten atau melaksanakan transaksi
e-business. Performa server yang jelek dan juga tingginya utilisasi
CPU akan dapat merusak aplikasi e-business dan juga akan mengurangi
CPS (connections per second). Untungnya, ada beberapa teknik yang
kemudian bisa digunakan untuk meningkatkan performa dari SSL. Teknik
yang terkenal adalah dengan penggunaan in-line proxy server yang
memberikan jasa SSL sebagai tambahan untuk mempercepat proses yang
dilakukannya.
Transport Layer Security
Sebagai jawaban dari protokol asli yang dibuat oleh Netscape, maka
Microsoft kemudian membangun standar web security yang kemudian
disebut dengan PCT. PCT ini sebenarnya berbasis pada SSL 2.0. PCT
menawarkan beberapa fitur yang nantinya akan dimasukkan ke dalam SSL
3.0. Kebutuhan akan suatu standar yang jelas kemudian menjadi suatu
keharusan. Akhirnya pada tahun 1997, IETF (Internet Engineering Task
Force) membentuk sebua working group yang di dalamnya termasuk
Netscape dan Microsoft untuk membangun suatu protokol keamanan yang
berbasis pada SSL. Muncullah protokol TLS 1.0 yang merupakan hasil
dari working group tersebut.
Beberapa kelebihan SSL dibandingkan dengan SSL adalah:
- Mendukung algoritma Diffie-Hellman dan juga DSA digital
signature, dengan opsi dukungan RSA juga.
- Menggunakan algoritma hash autentikasi pesan yang lebih kuat
(HMAC) dibandingkan dengan algoritma MAC yang digunakan
sebelumnya pada SSL.
- Key generation yang sudah dimodifikasi dengan menggunakan
MD5 (Message Digest 5) dan SHA-1 (Secure Hash Algorithm 1)
dengan HMAC.
- Menggunakan baik MD5 dan SHA-1 dalam RSA signature.
- Keterangan error yang lebih lengkap.
Protokol SSL/TLS berjalan di atas Transmission Control Protocol
Network Layer (layer 4) yang mana dia berjalan di atas Internet
Protocol (layer 3). Protokol layer application yang biasanya
berjalan di atas SSL/TLS termasuk juga Hypertext Transfer Protocol
(HTTP), Lightweight Directory Access Protocol (LDAP) dan juga
Internet Messaging Access Protocol.
Protokol SSL juga terdiri dari dua protocol layer, yaitu SSL
Record Protocol (SSLRP) dan SSL Handshake Protocol (SSLHP). SSLHP
bertindak sebagai interface yang lebih tinggi dari SSLRP. SSLHP
membolehkan protokol SSL menjadi suatu "protocol independent". Ini
artinya bahwa suatu protokol level aplikasi yang lebih tinggi bisa
bekerja di atas SSL tanpa campur tangan dari SSL. Level aplikasi ini
akan di "plugged in" ke dalam SSL melalui penggunaan I/O callback.
Keuntungan dari penggunaan protokol SSL/TLS
Protokol SSL/TLS memberikan tiga fungsi security di atas transport
layer, yaitu data confidentiality, data integrity dan juga
autentikasi. Enkripsi SSL memberikan tiga jasa tadi yang akan mampu
untuk memproteksi management traffic seperti konfigurasi, aktivasi
dan juga billing.
Setiap algoritma kriptografi memiliki keuntungan masing-masing
dalam lingkungan yang spesifik pula. ECC adalah suatu metode yang
efisien dalam memberikan kriptografi asimetris yang kuat melalui
sebuah kurva analog eliptik dari suatu masalah log yang diskrit.
Ukuran kunci dari Elliptic Curve adalah lebih kecil dibandingkan
ukuran kunci dari RSA, tetapi bisa memberikan kekuatan security yang
sama. Sebagai contoh, kunci 160-bit dari Elliptic Curve adalah sama
dengan kunci 1024-bit dari RSA. ECC memiliki kekuatan per bit yang
maksimal dibandingkan sistem kriptografi yang lainnya.
Referensi
- Nortel Networks OA&M Infrastructure Baseline Security
Requirements - Issue 1.0, December 2003, Nortel Networks
Demikian tulisan sederhana mengenai SSL dan TLS. Semoga
bermanfaat bagi Anda
semuanya. Jika ada komentar atau saran bisa dikirimkan melalui
ariesa.rahardjo@gmail.com. Untuk membaca tulisan menarik lainnya
silakan menuju ke situs Sony AK Knowledge Center dengan alamat di
www.sony-ak.com.
Terima kasih.
| Send
your comments or suggestions |
|
|
|