|
Beberapa saat yang lalu penulis sempat berjalan-jalan di sebuah Mal
di kawasan Jakarta Selatan. Penulis mampir ke salah satu toko buku
yang ada di sana dan tiba-tiba terlintas mencari sebuah buku yang
kebetulan ditulis oleh salah seorang rekan penulis. Karena tidak
sempat berkeliling maka penulis memutuskan untuk mencari judul buku
tersebut melalui komputer yang disediakan sebagai sistem informasi
bagi siapa saja yang ada di sana. Setelah mencari berdasarkan
pengarang akhirnya ketemu juga buku yang penulis cari. Adanya sistem
informasi dengan menggunakan komputer pada suatu toko buku memang
sangat membantu khususnya bagi penulis dan juga bagi pengunjung lain
yang tertarik. Dari sini penulis berpikir bahwa sebenarnya toko buku
tersebut bisa juga memberikan service tambahan dengan memanfaatkan
teknologi. Contohnya adalah dengan menggunakan Wi-Fi pada toko buku
tersebut dan kemudian meng-online-kan semua data buku dan informasi
lainnya yang berhubungan dengan toko buku tersebut, misalnya seperti
event dan lain sebagainya.
Apa gunanya? Dengan membuat access point pada toko buku tersebut,
maka pengunjung yang datang dengan menggunakan PDA (yang dilengkapi
dengan Wi-Fi tentunya) bisa mengakses informasi yang disediakan toko
buku tersebut. Misalnya saja, pengunjung bisa melihat informasi
buku, harga, diskon, event dan lain sebagainya. Cukup menarik
memang, mengingat banyak warga ibukota yang saat ini bersliweran
dengan menenteng PDA.
Dari sisi toko buku itu sendiri hal ini bisa sangat membantu dari
sisi operasional. Memang sekilah ide ini terlihat agak "gaya-gaya"
an. Tetapi jika dipikir lebih lanjut dengan adanya service ini maka
akan memudahkan pengunjung dalam mengakses informasi secara mandiri.
Hal yang perlu disiapkan oleh toko buku tersebut hanyalah menyiapkan
membangun access point dan juga sebuah server yang berisi database
buku yang ada di toko tersebut. Toko buku juga harus membuat semacam
web server dan membuat mini website yang bisa diakses dengan nyaman
dari PDA. Investasi ini jika dikembangkan dengan serius maka bisa
digunakan toko buku tersebut untuk keperluan yang lain. Misalnya
saja database buku yang digunakan tadi bisa di-online-kan di
internet dan semua orang bisa mengaksesnya. Bisa juga database buku
tersebut dikembangkan lagi dengan menggunakan model Wiki, jadi pihak
toko buku hanya menyediakan data dasar mengenai buku dan kemudian
pengunjung situs toko buku tersebut bisa meng-update konten
masing-masing buku secara bersama-sama.
Kembali ke masalah Wi-Fi tadi, fitur yang paling dibutuhkan di
sebuah toko buku adalah fitur pencarian data buku beserta
elemen-elemen lainnya, seperti pengarang, judul, penerbit dan lain
sebagainya. Pengunjung toko buku yang membawa PDA bisa mengakses
access point toko buku tersebut dan langsung disuguhi dengan halaman
depan dari situs mini toko buku tersebut melalui PDA. Lebih cerdik
lagi jika pihak toko buku juga mencatat apa-apa saja yang dicari
oleh pengunjung melalui situs mini tersebut. Ini bisa digunakan oleh
toko buku untuk mengetahui minat pengunjung terhadap suatu buku
tertentu. Bagaimana? Menarik bukan?
Demikian tulisan opini mengenai pemanfaatan Wi-Fi dalam suatu
toko buku. Semoga bermanfaat bagi Anda semua. Jika ada komentar atau saran bisa dikirimkan melalui
pratiwi.mileniawati@gmail.com. Untuk membaca tulisan menarik lainnya
silakan menuju ke situs Sony AK Knowledge Center dengan alamat di
www.sony-ak.com.
Terima kasih.
| Send
your comments or suggestions |
|
|
|