|
Saat ini terdapat beberapa perangkat lunak emulator, baik yang
komersial seperti VMware, VirtualPC maupun yang non-komersial
(freeware). Artikel ini membahas emulator PC non-komersial Bochs dan
Qemu, pada sistem operasi Windows XP SP1 (host operating system) dan
QNX sebagai sistem operasi tamu (guest OS) pada kedua emulator
tersebut. Pada bagian I dari artikel ini telah dijelaskan mengenai
uji coba emulator Bochs versi 2.1.1. Pada bagian II uji coba yang
sama dilakukan pada emulator Qemu 0.7.2, yang merupakan release
terakhir yang sudah stabil pada saat artikel ini dibuat.
Qemu dikembangkan pada sistem operasi Linux
(http://fabrice.bellard.free.fr/qemu), sehingga sangat wajar
bilamana environment Linux sangat cocok sebagai host OS. Namun
demikian Windows sebagai host OS sudah juga dikembangkan walaupun
mungkin masih dalam versi beta. QEMU untuk windows dapat diperoleh,
di http://free.oszoo.org. Untuk uji coba ini QEMU diperoleh dari
situs
http://www.h6.dion.ne.jp/~kazuw/qemu-win/qemu-0.7.2-windows.zip.
Uji coba emulator Qemu mengikuti langkah-langkah yang serupa
dengan uji coba emulator Bochs, sehingga tidak perlu penjelasan
detil mengenai hal yang sama pada kedua emulator tersebut. Uji coba
Qemu menggunakan prepackage binary, sehingga instalasi juga sangat
mudah.
Uji coba emulator Bochs dimulai dengan QNX demo yang termuat
dalam sebuah disket, kemudian dilanjutkan dengan menambahkan NIC,
dan terakhir instalasi QNX versi 6. Pada emulator Bochs instalasi
QNX versi 6 tidak berhasil. Pada uji coba emulator Qemu juga dimulai
dengan QNX versi demo dan digunakan sebagai pengenalan terhadap
emulator Qemu.
Menjalankan Qemu
Emulator Qemu tidak menggunakan file konfigurasi seperti halnya
Bochs. Semua pilihan diberikan melalui switch pada saat emulator
dijalankan. Jika emulator dijalankan dengan perintah,
qemu
maka tampil sebuah window yang menjelaskan command-line switch
beserta artinya.
Sebagian pilihan (option) mempunyai nilai default, seperti –m,
jika tidak diberi nilai lain maka mesin virtual mempunyai memori 128
MB. Dengan demikian menjalankan emulator Qemu dapat dilakukan dengan
perintah yang cukup singkat. Sebagai contoh, untuk menjalankan mesin
virtual dengan QNX versi demo dapat dilakukan dengan memberikan
perintah
qemu –L . –fda
1.44
Perintah tersebut menggunakan file image (1.44) yang sudah dibuat
pada uji coba sebelumnya. Emulator juga dapat mengakses floppy drive
A: pada Windows XP (host OS) dengan perintah,
qemu –L . –fda
\\.\a:
Jika pada drive a tidak ada disket QNX versi demo, maka muncul
pesan yang menyatakan tidak ada file image bernama
\\.\a:.
Kedua perintah memberikan hasil yang sama, seperti ditunjukkan pada
gambar di bawah ini, hanya akses ke drive A: pada host OS terasa
lebih lambat.

Mesin virtual langsung booting melalui floppy disk walaupun tidak
mengggunakan pilihan –boot a, karena disket QNX demo merupakan
bootable disk. Seperti halnya uji coba emulator Bochs, QNX versi
demo memberikan hasil yang baik pada emulator Qemu.
Emulator Qemu cukup mudah digunakan, hanya dengan perintah yang
cukup singkat, sudah dapat melakukan uji coba sebuah mesin virtual.
Kontrol Simulasi
Seperti halnya Bochs, Qemu mempunyai sarana untuk mengendalikan
jalannya simulasi. Qemu menggunakan window yang sama untuk simulasi
dan kontrol simulasi. Untuk berpindah dari mode simulasi ke mode
kontrol tekan Ctrl-Alt-2, sebaliknya untuk kembali ke mode simulasi
tekan Ctrl-Alt-1.

Gambar di atas menunjukkan monitor window yang merupakan sarana
untuk kontrol simulasi. Tekan help atau ? untuk menampilkan perintah
kontrol yang ada, seperti ditunjukkan pada gambar berikut ini.

Sebagian perintah mempunyai bentuk ringkas, seperti ?(help),
q(quit), c(cont), sehingga memudahkan dalam mengendalikan emulator
tersebut.
Instalasi QNX
Setelah melakukan uji coba dengan QNX versi demo, maka dapat
dilanjutkan dengan instalasi QNX ke dalam mesin virtual yang
dilengkapi dengan disk virtual. Uji coba jaringan dapat dilakukan
juga setelah instalasi berhasil dilakukan.
Instalasi QNX pada mesin virtual dapat dilakukan melalui,
- Disket (floppy disk)
- CD instalasi
- ISO image dari CD instalasi
Mempersiapkan Virtual Disk
Qemu mempunyai sarana (utility) untuk membuat disk image yaitu
qemu-img. Misal mesin virtual menggunakan virtual disk dengan
kapasitas 256 MB, maka disk tersebut dapat dibuat dengan perintah,
qemu-img create
–f raw qnxrtp.img 256M
Perintah di atas membuat disk virtual qnxrtp.img berkapasitas
256MB dengan format raw. Perintah qemu-img mengenal akhiran M (mega)
dan G (giga) dalam menyatakan ukuran disk virtual. Namun demikian
kadang-kadang jika ukuran disk bukan bilangan bulat, misal 1.6G,
maka perintah qemu-img gagal. Jika menginginkan ukuran 1.6G, dapat
menggunakan 1600M, pada perintah tersebut. Qemu juga dapat membuat
disk virtual dengan format lain yang lebih kompak, seperti qcow dan
cow.
Mempersiapkan Media Instalasi
Pada CD instalasi QNX terdapat utility qmakedsk untuk membuat disket
instalasi. CD instalasi QNX dapat dibuat dari file iso image dengan
perangkat lunak seperti Roxio maupun Nero atau Undisker yang dapat
menampilkan isi file iso dan mengekstrak file atau direktori dalam
file iso image ke direktori atau file lain.
Instalasi QNX dapat dilakukan dengan perintah sesuai dengan media
instalasi yang digunakan,
- instalasi melalui disket image qnxboot.img
qemu –L . –fda
qnxboot.img –boot a –hda qnxrtp.img –cdrom qnxrtp.iso
atau,
qemu –L . –fda
\\.\a: -boot a –hda qnxrtp.img –cdrom qnxrtp.iso
atau,
qemu –L . –fda
\\.\a: -boot a –hda qnxrtp.img –cdrom \\.\d:
perintah di atas mencantumkan –cdrom, karena instalasi
menggunakan floppy image maupun floppy disk tetap membutuhkan CD
instalasi pada saat membentuk file system setelah disk virtual
mempunyai partisi QNX. Demikian juga dengan pilihan –boot,
karena ketiganya dapat digunakan untuk booting, sedangkan
default boot menggunakan disk virtual.
- instalasi menggunakan CD instalasi
qemu –L .
-boot d -hda qnxrtp.img –cdrom \\.\d:
- instalasi menggunakan file ISO
qemu –L .
–boot d –hda qnxrtp.img –cdrom qnxrtp.iso
bentuk perintah di atas diperlukan apabila, drive d: sudah
digunakan, misal pada disk yang mengunakan lebih dari satu
partisi. Pada konfigurasi seperti ini, perintah b) tidak dapat
digunakan karena qemu mencoba boot menggunakan drive d: yang
tidak berisi cdrom tetapi salah satu partisi yang tidak berisi
boot record (tidak bootable).
Jika perintah menjalankan emulator terasa terlalu panjang, maka
perintah tersebut dapat dimasukkan dalam sebuah batch file. Setelah
selesai proses booting, maka muncul tampilan seperti ditunjukkan
pada gambar berikut.

kemudian tekan Enter untuk melanjutkan proses instalasi QNX.
Tampilan di atas adalah tampilan awal untuk memulai instalasi QNX.
Tampilan tersebut tidak tampil pada uji coba emulator Bochs-2.1.1
karena proses booting tidak berhasil dan Bochs panik [1].
Instalasi QNX cukup mudah, ikuti saja langkah-langkah seperti
tertera di layar, kemudian tentukan pilihan jika QNX memberikan
pilihan atau membiarkan instalasi berlanjut dengan nilai default.
Sebagai contoh, QNX akan menanyakan apakah seluruh disk (virtual)
akan diisi dengan partisi QNX. Untuk uji coba ini, dipilih seluruh
disk berisi partisi QNX.
Setelah instalasi berhasil maka tampil window seperti ditunjukkan
pada gambar dibawah ini.

setelah reboot mesin virtual maka tampil window untuk memilih
resolusi yang dinginkan, seperti ditunjukkan pada gambar di bawah
ini.

Tombol Test mungkin tidak diperlukan untuk instalasi pada mesin
virtual, lagi pula resolusi 1024 * 768 juga sudah cukup memadai
untuk uji coba ini. Tetapi ada satu hal yang perlu dicatat. Pada
gambar di atas terdapat check box dengan keterangan “Always boot
into the Photon graphical environment”. Jika check box berisi tanda
silang (‘x’), maka setiap kali boot maka QNX langsung tampil dengan
interface GUI (Photon). Sebaliknya jika dibiarkan kosong, maka
setiap kali boot maka QNX hanya menampilkan interface sederhana,
tanpa GUI. Namun interface GUI dapat ditampilkan dengan mengetikkan
perintah ph pada prompt.
Klik tombol Continue untuk melanjutkan proses instalasi. Jika
check box berisi tanda ‘x’ maka tampil login dialog seperti
ditunjukkan pada gambar di bawah ini,

Perhatikan bahwa window pada gambar di atas adalah window pada
host OS, dengan tulisan Qemu pada title bar. Dengan demikian mesin
virtual ini sudah berfungsi menggunakan guest OS QNX dengan
menampilkan login dialog. Pada dialog tersebut isikan root untuk
“User Name”, kemudian klik tombol “Login”. Pada saat pertama kali
QNX terinstall, user root tidak mempunyai password, sehingga cukup
dengan mengisi nama user untuk login.
Gambar di bawah ini menunjukkan user interface QNX, disebut
Photon Micro GUI. Di sebelah kanan terdapat menu (disebut shelf)
yang dapat digunakan untuk memilih sarana yang disediakan QNX. Pada
gambar dipilih “Calculator”, “File Manager” dan “Welcome” window.
Bagi pengguna UNIX dapat memilih “Terminal” untuk mendapatkan window
tty, dan dapat menjalankan perintah UNIX yang umum seperti ls, pwd,
uname, dll. Perintah QNX mempunyai perbedaan dengan perintah UNIX
pada umumnya dan jumlahnya lebih sedikit, jika membutuhkan bantuan
pilih Help pada menu, karena QNX tidak menyediakan perintah man.
Selain perintah-perintah dasar UNIX, kita dapat mencoba untuk
membuat user account baru menggunakan perintah passwd. QNX kemudian
akan meminta nama user, group id, user id, shell, password untuk
account tersebut. Account baru tersebut dapat dicoba dengan perintah
login nama-user.
Untuk memindahkan mouse dari guest OS ke host OS tekan Alt-Exit,
sebaliknya klik mouse pada client area window Qemu untuk menggunakan
mouse pada guest OS.

Seperti pada mesin sesungguhnya, sistem dapat menjalankan
perintah shutdown. Pilih “Terminal” pada menu untuk mendapatkan
terminal window, kemudian jalankan perintah shutdown untuk mematikan
sistem. Selanjutnya akan dilakukan uji coba untuk akses ke drive A:
dan uji coba jaringan, sekaligus mencoba boot melalui disk virtual.
Akses ke drive A: pada host OS
Window XP sebagai host OS tidak dapat membaca disket instalasi, baik
melalui command prompt maupun file manager, karena disket tersebut
berisi file system QNX. Jika disket tersebut dibaca oleh file
manager maka tampil pesan seperti gambar di bawah ini,

walaupun disket sudah berada di drive A:
QNX seharusnya dapat membaca disket tersebut, untuk mencoba hal
tersebut maka jalankan emulator dengan perintah sebagai berikut.
qemu –L . –fda
\\.\a: -hda qnxrtp.img –user-net
Pilihan (option) –user-net digunakan pada uji coba jaringan dan
akan dibahas kemudian.
Proses booting mesin virtual memerlukan waktu lebih lama
dibandingkan mesin sesungguhnya, misal QNX menyatakan proses booting
memerlukan waktu 30 s, maka pada emulator diperlukan waktu lebih
dari 30 detik. Hal ini perlu diperhatikan supaya lebih sabar
menunggu dan tidak terlalu cepat memutuskan bahwa proses booting
tidak berhasil.
Setelah sistem siap maka login ke sistem dan pilih “Terminal”
(jika menggunakan Photon) untuk mendapatkan terminal window.
Pertama-tama periksa apakah terdapat file /dev/fd0 pada sistem. Jika
ada, buatlah mounting point, misal floppy pada direktori /tmp
seperti pada gambar di bawah ini.

Kemudian jalankan perintah mount sehingga direktori /tmp/floppy
terhubung ke drive A: pada host OS. Setelah perintah mount berhasil,
maka dapat dijalankan perintah ls (ls –al) untuk melihat isi disket
instalasi QNX. Pada saat menjalankan perintah ls maka LED pada drive
A: akan menyala sebentar. Hal ini menandakan bahwa emulator memang
sedang membaca drive A: tersebut.
Hal serupa dapat dicoba untuk akses ke CD ROM pada host OS,
tetapi jangan lupa pilihan –cdrom \\.\d: pada saat menjalankan
emulator. Selanjutnya akses ke drive D: dapat dilakukan melalui
/fs/cd0 (ls /fs/cd0), karena sistem sudah melakukan mount di
/fs/cd0.
Uji Coba Jaringan
Emulator Qemu menyediakan beberapa pilihan (option) yang dapat
digunakan untuk simulasi jaringan, yaitu –n, –mac, -nics, -redir,
-user-net, -smb, -tftp, -tun-fd. Pilihan tersebut mempunyai nilai
default, seperti –mac dan –nics. Pada uji coba ini hanya menggunakan
1 card jaringan (nics=1).
Uji coba jaringan dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara
lain ping ke host OS, menggunakan ftp, browser, VNC, X Window maupun
file sharing. QNX mempunyai browser yang bernama Voyager. Namun
demikian seperti UNIX pada umumnya, pada QNX dapat ditambahkan
browser lain, seperti Mozilla, Firefox, atau Opera yang lebih
populer dan mempunyai fasilitas lebih lengkap. Pada situs
http://sourceforge.net/sourceforge/openqnx terdapat port dari
perangkat lunak browser dan X-Window yang cukup populer, seperti
mozilla dan xfree86, demikian juga dengan server VNC.
Pilihan apapun yang dilakukan untuk uji coba jaringan,
membutuhkan konfigurasi jaringan yang benar. Namun sebelum melakukan
konfigurasi jaringan, terlebih dahulu kita membahas bagaimana
emulator Qemu melakukan simulasi jaringan.
Qemu mempunyai dua mode simulasi jaringan, yaitu:
- mode tunnelling (interface tun/tap)
mode tunnelling merupakan pilhan default simulasi jaringan dalam
Qemu, tetapi mode ini membutuhkan fasilitas tunnelling pada
kernel guest OS. Jika terdapat file /dev/net/tun (pada Linux)
maka kernel tersebut mempunyai interface tun/tap. QNX tidak
mempunyai device file seperti itu, sehingga mode tunnelling
tidak dapat digunakan. Namun demikian, tidak berarti jika
tersedia interface tun/tap, kita tidak boleh menggunakan mode
pilihan user (user mode).
- mode pilhan user (user mode)
mode ini membutuhkan pilihan –user-net. Pada mode ini, mesin
virtual seolah-olah berada dibalik sebuah firewall dengan alamat
IP 10.0.2.2.

Pilihan –user-net tidak harus diberikan pada saat menjalankan
Qemu, karena jika guest OS tidak mempunyai interface tun/tap maka
Qemu dengan sendirinya memutuskan untuk menggunakan mode pilihan
user.
Konfigurasi pada user mode dapat dilakukan dengan DHCP maupun
tanpa DHCP. Untuk mengetahui apakah DHCP sudah aktif, dapat
menggunakan perintah ping ke alamat IP 10.0.2.2. Jika menggunakan
DHCP, alamat IP yang diberikan DHCP server dapat dilihat dengan
perintah,
# ifconfig en0
Alamat IP yang diberikan server DHCP berada pada kisaran nilai
10.0.2.x.
Setelah siap maka uji coba pertama dapat dilakukan, misal dengan
ping dan ftp ke host OS seperti ditunjukkan pada gambar di bawah
ini.

Pada gambar di atas, ftp client di guest OS berhasil terhubung ke
ftp server FileZilla di host OS.
Untuk mencoba koneksi ke jaringan Internet, maka dapat dilakukan
dengan Voyager. Pilih Voyager pada menu untuk menjalankan browser
tersebut.

Konfigurasi browser dapat dilakukan melalui menu Edit|Preferences
jika diperlukan. Pada gambar di atas, browser Voyager digunakan
untuk mengunjungi situs Qemu. Voyager tidak dapat menampilkan gambar
dalam format .png, sehingga logo Qemu tidak tampak pada gambar di
atas. Voyager memang tidak sebagus Opera maupun Firefox, tetapi
cukup untuk menunjukkan bahwa mesin virtual ini dapat terhubung ke
Internet.
File Sharing
File sharing antara host OS dengan guest OS dapat dilakukan dengan 2
cara, pertama menggunakan utility fs-cifs. Cara kedua menggunakan
utility yang dapat berhubungan dengan server SMB seperti Samba
(smbclient). QNX tidak mempunyai utility Samba yang siap pakai,
melainkan tersedia dalam bentuk source code walaupun bukan release
terbaru.
Akses File Host OS di Guest OS
- Menggunakan fs-cifs
QNX mempunyai utility fs-cifs yang dapat menempatkan direktori
pada host dengan server SMB pada struktur direktori client.
Bentuk umum fs-cifs dapat dilihat dengan perintah use seperti
man pada sistem UNIX,
# use fs-cifs
Jika ingin menempatkan (mount) shared direktori emulator pada
direktori /tmp/emulator maka dapat menjalankan perintah berikut
ini.
# fs-cifs
//nama-server:alamat-ip:/emulator /tmp/emulator root none
nama-server adalah nama komputer host dan alamat-ip adalah
alamat IP host tersebut. Untuk melihat isi direktori tersebut
dapat menggunakan perintah ls /tmp/emulator atau menggunakan
file manager pada environment Photon, seperti gambar di bawah
ini

- Menggunakan smbclient
Hal yang sama dapat dilakukan dengan Samba, tetapi QNX tidak
tersedia utility Samba yang siap. Pada situs quics.qnx.com
tersedia port Samba versi 2.0.7 dalam bentuk source code.
Walaupun bukan release terbaru, Samba 2.07 sudah cukup untuk uji
coba file sharing antara host OS dengan guest OS. Setelah Samba
terpasang, maka untuk mengakses direktori yang sudah di share di
host OS, dapat menjalankan perintah sebagai berikut.
#
/usr/local/samba/bin/smbclient //<alamat ip host>/<nama
direktori di host>
Contoh berikut ini adalah contoh yang sama seperti contoh di
atas, tetapi ditempatkan di direktori /tmp/emulator dengan
smbclient.

Pada gambar terlihat, prompt smb: \>, untuk menjalankan perintah
yang tersedia melalui utility smbclient. Perintah yang ada dapat
dilihat dengan mengetikkan help pada prompt. Tidak semua perintah
dapat dijalankan, bergantung pada access level yang diijinkan.
Sepintas utility smbclient ini mempunyai perintah yang serupa dengan
ftp. Untuk mengakhiri session ini, ketikkan quit atau q pada prompt.
CATATAN
Instalasi Samba dapat dilakukan dengan cukup mudah. Pertama file
samba-2.0.7-nto.tgz yang diperoleh dari situs quics.qnx.com
(http://quics.qnx.com/cgi-bin/dir_find.cgi?/usr/free/QNX_RTP/tcpip/utils/)
dicopy ke mesin virtual. Kemudian jalankan perintah (sebagai
user root),
# gunzip <
samba-2.0.7-nto.tgz | pax –rv
kemudian jalankan perintah
# cd
samba-2.0.7/source
untuk pindah ke direktori samba-2.0.7/source yang diperoleh
setelah menjalankan perintah gunzip tersebut di atas. Kemudian
jalankan secara berturut-turut perintah sebagai berikut,
# ./configure
# make
# make install
untuk mengcopy hasil kompilasi ke direktori /usr/local/samba/bin
dan file-file lainnya.
Diskusi
Artikel ini tidak bertujuan membandingkan kedua emulator Bochs dan
Qemu. Namun demikian dari uji coba ini dapat diamati beberapa hal,
antara lain:
- Kecepatan simulasi
Qemu memang terasa lebih cepat dibandingkan Bochs. Qemu masih
mempunyai sarana untuk mempercepat proses simulasi (accelerator)
yang belum digunakan pada uji coba ini.
- Kontrol simulasi
Uji coba ini tidak banyak memanfaatkan monitoring window untuk
kendali simulasi kecuali untuk mengakhiri emulator. Keduanya
mempunyai sarana kendali simulasi yang seimbang baik dari
perintah maupun kemudahan penggunaannya.
- User interface
Bochs menggunakan file konfigurasi, yang mempunyai entry cukup
banyak walaupun tidak sulit membuatnya. Qemu tidak menggunakan
file konfigurasi, tetapi menggunakan command line switch, dan
sebagian besar switch mempunyai nilai default yang memadai
sehingga dapat menjalankan mesin virtual dengan perintah yang
cukup singkat. Hal ini lebih terasa lagi pada switch yang
berkaitan jaringan, Qemu sudah mempersiapkan dengan baik
sehingga tidak perlu menggunakan pilihan –mac. Sedangkan pada
Bochs harus menentukan alamat MAC card jaringan sehingga tidak
terjadi konflik dan juga harus mengisi nilai ethdev yang benar
(melalui niclist atau Ethereal jika ada).
- Simulasi mouse
Pada Bochs simulasi mouse masih mengandung bug, mungkin pada
Bochs release terbaru hal ini sudah tidak terjadi lagi. Qemu
tidak menunjukkan masalah dalam simulasi mouse, dan dapat
mengenali Touch Pad pada laptop (notebook) maupun mouse
eksternal yang terhubung ke port PS2 maupun USB.
- Sarana pendukung
Kedua emulator menyediakan sarana pendukung untuk membuat disk
virtual yang cukup mudah. Masing-masing mempunyai format disk
virtual yang paling efisien, tetapi keduanya menyediakan format
raw, sehingga memungkinkan untuk bertukar disk virtual.
Penutup
Emulator Bochs dan Qemu adalah emulator non-komersial yang sudah
cukup mapan untuk simulasi sistem dengan prosesor X86. Namun
demikian, emulator Qemu misalnya, juga dapat mensimulasikan sistem
yang dikendalikan oleh prosesor lain seperti Alpha, dan sistem yang
dikendalikan prosesor keluarga 68K seperti PowerPC.
Pada artikel ini, uji coba menggunakan WinXP sebagai host OS dan
guest OS QNX (UNIX like). Kombinasi guest OS dan host OS juga dapat
bervariasi, mungkin Linux dengan Window, Linux dengan UNIX lainnya
(termasuk QNX), atau Windows dengan Windows 3.11 dan sebagainya. Hal
ini dapat dilakukan sesuai dengan obyektif simulasi.
Emulator (mesin virtual) juga mempunyai unjuk kerja yang baik,
terutama terlihat pada uji coba Qemu. Uji coba dilakukan mulai
instalasi sistem (OS) sampai dengan kompilasi dan instalasi Samba.
Kompilasi Samba sendiri berjalan cepat dan lancar seperti pada mesin
sungguhan. Hal ini menunjukkan bahwa mesin virtual dapat digunakan
sebagai sarana pengembangan aplikasi. Emulator juga mulai digunakan
pada tahap awal pembuatan kernel OS. Pendekatan ini juga hemat
karena dapat memanfaatkan perangkat keras yang ada dan dapat
mengurangi resiko kerusakan. Kemudian kernel diuji coba pada
perangkat keras sungguhan setelah cukup berhasil pada emulator.
Masih banyak fitur kedua emulator tadi yang belum dibahas pada
artikel ini. Pembaca dapat mencoba sendiri fitur-fitur tersebut atau
melakukan eksplorasi terhadap cara kerja emulator, karena keduanya
adalah emulator open-source, kecuali accelerator Qemu.
Selamat mencoba.
Referensi
- Emulator PC I, Harimurti W, www.sony-ak.com
- Qemu CPU Emulator User Documentation
- Using Samba, www.samba.org
- QNX Documentation (on line), www.qnx.com
Demikian tulisan mengenai pengenalan emulator PC bagian kedua.
Semoga bermanfaat bagi Anda semuanya. Jika ada komentar atau saran bisa dikirimkan melalui
harimw@bdg.centrin.net.id. Untuk membaca tulisan menarik lainnya
silakan menuju ke situs Sony AK Knowledge Center dengan alamat di
www.sony-ak.com.
Terima kasih.
| Send
your comments or suggestions |
|
|
|