|
Walaupun biasanya selama ini organisasi bisnis dilakukan secara
hirarkis (vertikal, topdown), namun proses pengambilan keputusan
tetap dilakukan secara horizontal. Mempertemukan sekelompok manajer
dari berbagai area (divisi, departemen) merupakan suatu elemen yang
penting dalam mendapatkan persetujuan umum. Kelompok tersebut bisa
telibat langsung dalam keputusan atau dalam kegiatan yang
berhubungan dengan keputusan tersebut, seperti membuat daftar
keputusan alternatif atau memutuskan kriteria-kriteria dalam memilih
salah satu alternatif tersebut. Ketika suatu kelompok pengambil
keputusan didukung secara elektronik, dukungan tersebut diserahkan
kepada suatu Group Decision Support System (GDSS). GDSS merupakan
suatu sistem interaktif berbasis komputer yang memfasilitasi solusi
dari masalah-masalah semi-terstruktur dan tidak terstruktur oleh
sekelompok pengambil keputusan. Komponen-komponen dari GDSS adalah:
Hardware, Software, People dan Procedures.
Komponen-komponen tersebut disusun untuk mendukung proses yang
mengantarkan pada suatu keputusan. Karakteristik penting dari suatu
sistem GDSS antara lain:
- Dirancang dengan tujuan agar bisa mendukung kelompok
pengambil keputusan dalam melakukan pekerjaannya.
- Mudah dipelajari dan digunakan. GDSS bisa digunakan oleh
user dari berbagai tingkatan pengetahuan yang berhubungan dengan
pengolahan dan dukungan terhadap keputusan.
- Bisa dirancang untuk satu jenis masalah atau untuk berbagai
tingkatan keputusan.
- Bisa membantu menghasilkan ide-ide baru, memecahkan konflik,
dan memberi kebebasan dalam “berekspresi” kepada penggunanya.
- Memiliki suatu mekanisme internal yang dapat menghindari
sifat-sifat negatif dari kelompok, seperti konflik yang
disebabkan kesalahpahaman dan “groupthink.”
- Sistem informasi yang dirancang khusus, bukan hanya
konfigurasi komponen-komponen dari sistem yang sudah ada saja.

Tujuan dari GDSS adalah untuk meningkatkan produktifitas dari
rapat pengambilan keputusan, baik dengan mempercepat proses
pengambilan keputusan ataupun dengan meningkatkan kualitas dari
keputusan yang dihasilkan, atau keduanya. Hal ini bisa terwujud
dengan menyediakan dukungan terhadap pertukaran ide-ide, opini, dan
pilihan-pilihan di dalam kelompok.
GDSS bisa meningkatkan proses pengambilan keputusan melalui:
- Mendukung pemrosesan informasi dan ide yang dihasilkan oleh
peserta secara paralel.
- Memungkinkan kelompok yang lebih besar dengan informasi,
pengetahuan, dan kemampuan yang lebih besar untuk ikut serta
dalam rapat yang sama.
- Membolehkan kelompok untuk menggunakan teknik dan metoda,
baik yang terstruktur maupun tidak terstruktur.
- Menawarkan akses yang cepat dan mudah terhadap informasi
yang bersifat eksternal.
- Memungkinkan diskusi melalui komputer dilakukan secara tidak
berurutan.
- Menghasilkan hasil pemungutan suara secara cepat.
- Menyediakan struktur dari kegiatan perencanaan, dengan tetap
menjaga kelompok agar tetap fokus pada tugasnya.
- Memungkinkan beberapa user untuk berinteraksi secara
serempak.
- Mencatat semua informasi yang melewati sistem secara
otomatis untuk analisis di masa mendatang.
Komponen GDSS
GDSS generasi pertama dirancang untuk mendukung rapat face-to-face
dalam suatu ruangan yang disebut sebagai decision room. GDSS
tersebut tersusun atas hardware, software, people, dan procedures.
HARDWARE
Suatu kelompok bisa menggunakan dua jenis dasar dari konfigurasi
hardware. Pertama adalah sebuah decision room, suatu fasilitas GDSS
dirancang untuk pertemuan/rapat secara elektronik. Sistem juga bisa
digunakan untuk video teleconferencing antar kelompok.
Konfigurasi yang kedua pada dasarnya merupakan suatu kumpulan
komputer, masing-masing dilengkapi dengan keypad untuk keperluan
voting dan aktifitas groupware lainnya. Semuanya bisa berada dalam
lokasi yang sama atau berbeda. Komputer-komputer tersebut biasanya
mudah dioperasikan, merupakan bagian dari suatu jaringan, dan bisa
terhubung ke internet. Sebagian besar aplikasi-aplikasi GDSS saat
ini bukan untuk rapat secara face-to-face, melainkan untuk mendukung
rapat secara virtual (tersebar).
SOFTWARE
Perangkat lunak GDSS pada umumnya merupakan sekumpulan tools atau
paket yang terintegrasi ke dalam sebuah sistem yang luas. Perangkat
lunak GDSS (seperti GroupSystems dan eroom.com) memiliki modul-modul
seperti idea generation, idea organization, prioritizing (melalui
pengambilan suara), dan policy formulation. Perangkat lunak ini bisa
digunakan dalam suatu decision room atau digunakan untuk sekelompok
orang yang berada di tempat yang terpisah, tentunya menggunakan
teknologi internet atau intranet. Groupware seperti Lotus
Notes/Domino menawarkan kemampuan semacam ini.

Paket perangkat lunak yang lengkap sudah dapat mendukung
penanganan konflik diantara peserta rapat (participant), menyediakan
komunikasi dengan basis data komersil (dari pihak ketiga), dan
memungkinkan pelaksanaan analisa kuantitatif. Perangkat lunak
tersebut bahkan sudah memasukkan kemampuan artificial intelligent
seperti intelligent agent.
PEOPLE
Komponen ini (people) terdiri dari anggota dan seorang fasilitator.
Fasilitator tersebut berada di satu tempat dalam setiap pertemuan
face-to-face. Dia juga bisa melakukan koordinasi anggota kelompok
yang tersebar dan melayani kelompok tersebut sebagaimana halnya
seorang “sopir”, mengoperasikan perangkat lunak dan perangkat keras
GDSS dan menampilkan informasi yang diminta kelompok sesuai
kebutuhan. Pertemuan tersebar biasanya memang membutuhkan seorang
koordinator.
PROCEDURES
Komponen terakhir GDSS adalah prosedur yang memungkinkan kemudahan
operasi dan penggunaan teknologi secara efektif yang dilakukan oleh
anggota kelompok. Prosedur-prosedur menggambarkan peran dari
fasilitator dan anggota, urutan dari sejumlah aktifitas, dan
dukungan teknologi yang akan digunakan.
Penerapan GDSS
Sudah banyak perusahaan yang menerapkan GDSS. Contohnya adalah
perusahaan Internal Revenue Service yang menggunakan GDSS untuk
mengimplementasikan program peningkatan kualitas yang berdasarkan
pada partisipasi dari sejumlah tim yang berkualitas. GDSS sangat
membantu dalam mengidentifikasi masalah, menghasilkan dan
mengevaluasi ide-ide, serta membangun dan mengimplementasikan
solusi. Contoh lainnya adalah industri mobil di Eropa yang
menggunakan GDSS untuk menguji lingkungan bisnis di bidang otomotif
dan melakukan “ramalan” untuk sepuluh tahun ke depan yang diperlukan
untuk perencanaan strategis. Dan masih banyak lagi yang lainnya.
GDSS vs GSS
Di kemudian hari nama GDSS berubah menjadi GSS (Group Support
System), karena ternyata kegiatan dalam rapat kelompok ini berupa
diskusi-diskusi dan kegiatan-kegiatan lain yang tidak berhubungan
langsung dengan pengambilan keputusan. GSS lebih merupakan kegiatan
penelitian sebuah topik daripada praktek umum dalam bisnis, walaupun
pengalaman menunjukkan GSS sangat potensial dalam meningkatkan
pengambilan keputusan.
Fasilitas GSS dewasa ini sudah meliputi:
- Display: Layar workstation yang menampilkan materi
presentasi yang sudah dipersiapkan pada seluruh anggota dan
partisipan grup.
- Electronic BrainStorming: Partisipan saling berbagi dan
mengirimkan komentarnya melalui layar komputer tanpa diketahui
nama pengirimnya.
- Topic Commenting: Partisipan dapat menambah komentar dan
ide-ide yang sebelumnya sudah dikemukakan oleh partisipan yang
lainnya.
- Issues Analysis: Partisipan mengidentifikasi dan
mengkonsolidasi hal-hal utama yang dibentuk pada saat
“brainstorming”.
- Voting: Partisipan menggunakan komputer untuk memilih topik,
dengan membuat urutan prioritas dari topik-topik tersebut.
- Alternative evaluation: Komputer membuat rangking dari
keputusan-keputusan alternatif berdasarkan masukan dari para
user dan partisipannya.
Fenomena GSS yang penting adalah memungkinkan para partisipannya
memasukkan dan mengirimkan idenya tanpa diketahui identitasnya.
Tidak seperti pada rapat pada umumnya, pada sesi “brainstorming”
jarang terjadi pembicaraan dan semua partisipan berkomentar dengan
menggunakan tangan. Dengan nama yang tidak diketahui membuat semua
anggota grup dapat berpartisipasi. Ini untuk menghindari dominasi
secara individu maupun sekelompok orang dalam rapat (groupthink).
Metode ini cenderung juga meningkatkan konflik, karena komentar yang
dikirim secara elektronis dan tanpa nama cenderung “kurang sopan”
dan lebih bebas daripada komentar yang disuarakan.
Referensi
- James A. O’Brien, Managing Information System: A
Managerial End User Perspective, Richard D. Irwin Inc.,
Boston, 1990.
- Steven Alter, Information Systems: Foundation of
E-Business, 4th Edition, Pearson Education Inc., Upper
Saddle River, New Jersey, 2002.
- Turban et al, Information Technology for Management:
Transforming Business in the Digital Economy, 3rd Edition,
John Wiley & Son, 2002.
Demikian tulisan mengenai group support system sebagai suatu
sistem kolaborasi pada organisasi. Semoga
bermanfaat bagi Anda semuanya. Jika ada saran atau komentar bisa
dilayangkan ke
arioss@softhome.net. Untuk membaca tulisan menarik lainnya
silakan menuju ke situs Sony AK Knowledge Center dengan alamat di
www.sony-ak.com. Kirimkan tulisan atau artikel Anda kepada kami
melalui e-mail
article@sony-ak.com.
Terima kasih.
| Send
your comments or suggestions |
|
|
|