Sunday - July 20, 2008

Home | Site Map | Channels | Profile | Press Room | Services | Contact 

currently 8 user(s) online

search 

   Latest News

»

sony-ak.com Luncurkan Kamus Teknologi Informasi (May 27, 2006)

»

sony-ak.com Luncurkan IT Event Calendar (May 20, 2006)

»

Web Chat Berbasis AJAX dari sony-ak.com (May 09, 2006)

»

sony-ak.com Advertising Program (May 01, 2006)

»

Sony AK di Tabloid PCplus (April 18, 2006)

news archives » 


   Random Article

»

Tips Visual Basic: Membuat Kontrol TextBox Anda Menjadi Flat Dengan Windows API (3854)

»

Memilih Partisi antara NTFS, FAT atau FAT32 pada Windows XP (4338)

»

Menambah Pilihan Bahasa pada phpMyAdmin (2035)

»

Apa itu Blog? (5620)

»

Tips PHP: Mendapatkan Informasi Tanggal Saat Ini (2665)

   Newsletter

Join our newsletter, you will get alert about content updates

powered by Yahoo! Groups















Nedstat Basic - Free web site statistics

 
 
Melihat Lebih Jauh Profesi Software Architect

Interviewer: Sony Arianto Kurniawan
Published: March 24, 2006
Visits: 4136 - Category: Interview
 
     
 

Beberapa waktu yang lalu saya sengaja mewawancarai beberapa orang yang saya anggap memiliki peran Software Architect di perusahaannya masing-masing. Mengapa pilih topik mengenai profesi Software Architect? Mudah saja, yang jelas saya ingin pembaca khususnya yang masih awam bisa lebih paham mengenai profesi Software Architect ini dalam dunia TI.

Untuk itu pada awalnya saya mengirimkan e-mail kepada beberapa orang yaitu:

  • Agus Kurniawan (Astra International)
  • Norman Sasono (Intimedia)
  • Legowo Budianto (Netway)
  • Dondy Bappedyanto

Mereka di atas adalah segelintir manusia Indonesia yang memegang profesi sebagai Software Architect dan telah malang melintang baik dalam dunia software development dan turut aktif pula pada komunitas, baik itu komunitas maya maupun non-maya. Saya senjaga mengirimkan beberapa pertanyaan melalui e-mail dan kebetulan sampai tulisan ini diturunkan hanya Norman Sasono yang sempat me-reply e-mail saya. Sambil menunggu jawaban dari yang lainnya maka saya turunkan saja jawaban dari pertanyaan-pertanyaan saya seputar Software Architect yang telah dijawab oleh Norman Sasono.

Seperti telah disinggung di atas bahwa melalui interview ini kita akan sejenak melihat lebih jauh mengenai profesi Software Architect, mulai apa itu Software Architect, bagaimana peranannya di dalam organisasi dan apa-apa saja tantangan yang dihadapi. Saya atas nama Sony AK Knowledge Center bangga bisa mewawancarai dan berkenalan dengan orang-orang dengan pemikiran dan prestasi yang cemerlang ini dan mari segera kita simak saja hasil interview-nya berikut ini.

Sony AK Knowledge Center (SAKKC): Orang awam di Indonesia saat ini mungkin masih bingung dengan istilah Software Architect. Bisa dijelaskan dengan singkat apa itu maksudnya Software Architect?

Norman Sasono (NS): The way I see it, Software Architect adalah orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk DESIGNING software dan GUIDING team member yang lain untuk membuat software tersebut. Dia yang membuat pondasi/desain dari sebuah software dan bertanggung jawab mengekspresikan ide desain tersebut dalam bentuk tertulis, lisan, code, diagram, angka, dan WHATEVER NECESSARY agar team member yang lain dapat membangun software berdasarkan desain tersebut. Saya pernah post cukup panjang tentang ini di: http://blogs.netindonesia.net/norman/articles/1258.aspx.

Sebenarnya di IT ada macam-macam jenis "Architect": Enterprise Architect, Solution Architect, Infrastructure Architect. Software Architect scopenya lebih sempit yaitu ke architecting software, tapi sering juga dianggap sebagai Solution Architect.

SAKKC: Mengapa suatu perusahaan perlu seorang Software Architect? Bisa dijelaskan?

NS: Architecture/design dari suatu software itu sangat kompleks. Harus ada orang yang DEDICATED mengembangkan expertise dalam hal ini agar perusahaan tidak ship/create CRAPPY software. Membuat software itu penuh dengan trade-off, terutama dari sisi teknis. Ada banyak issue di situ, security, performance, resource consumption (memory/CPU, etc), maintainability, manageability, scalability, etc. Harus ada seorang yang bisa jadi champion untuk melakukan reasoning yang tepat agar team bisa membuat the right trade-off. Harus ada orang yang bisa membuat pondasi desain dan menjaga integritas desain agar diikuti oleh team member. Jadi, role architect itu unique, bukan PM (Project Manager --red), bukan Analyst dan bukan Developer. Note juga, Architect is an architect, bukan manager.

SAKKC: Menurut Anda bagaimana dengan kondisi perusahaan-perusahaan software di Indonesia saat ini? Apa mereka sudah sadar dengan peranan Software Architect ini?

NS: Beberapa perusahaan sudah mulai sadar pentingnya peranan Software Architect. Beberapa perusahaan sudah punya staff yang secara resmi ber-title "Software Architect". Astra International misalnya. Di sana ada Agus Kurniawan, my partner in crime. Tetapi, banyak perusahaan yang belum "ngeh" apa itu Software Architect. :)

SAKKC: Skill apa saja yang harus disiapkan untuk menjadi seorang Software Architect?

NS: Ada dua macam. Hard skill & soft skill. See my article: http://blogs.netindonesia.net/norman/articles/1258.aspx. Perlu dicatat, tidak ada buku: "Teach yourself to be Architect in 21 days". Anda harus melalui proses yang cukup panjang, punya experience di software development, punya expert level technical skill, passionate terhadap bidang Software Architecture itu sendiri. Ada joke, "Architect is someone that is over 40 and over confident".

By the way, mungkin Anda bisa googling (gunakan google.com --red) dan cari tahu siapa nama-nama ini: Anders Hejslberg, Don Box, Martin Fowler. They are GREAT Architects.

SAKKC: Bertanggung jawab kepada siapa biasanya peranan Software Architect ini dalam perusahaan?

NS: Biasanya Architect report ke orang yang "too dumb to be architect/programmer, but too ugly to be marketing". He..he..he.. Kidding. Sebenarnya sih tergantung perusahaan masing-masing. Kalau di project, Architect mesti ikut schedule yang di-define oleh Project Manager. Kalau di perusahaan skala Enterprise, Software Architect report ke Enterprise Architect.

SAKKC: Bagaimana menurut Anda job description Software Architect dalam perusahaan? Apa bisa berbeda-beda?

NS: Ya. Bisa beda-beda. Malah ada juga yang doing role Architect, tapi di-title-nya gak ada embel-embel Architect-nya. Ada juga yang title-nya Architect but yang dia lakuin sebenarnya "cuma" jadi "Super Developer". Well, the title is not important. Yang penting what you do as an "architect" that is important.

SAKKC: Dari sisi prospek, apa profesi ini sangat menjanjikan pada masa-masa mendatang? Bisa dijelaskan?

NS: Tentu saja. Kalau Anda familiar dengan RUP (Rational Unified Process), role ini terdefinisi cukup jelas di sana. Di MSF (Microsoft Solution Framework) juga. Methodology-methodology Software Development acknowledge role ini. Artinya, project-project software development kedepannya bakal demand banyak professional dalam software architecture ini. Kalau di Indonesia, yang saya lihat bakal banyak demand adalah "Solution Architect". Architect untuk suatu IT solution as a whole, bukan sebatas Software-nya saja. "Infrastructure Architect" juga bakal banyak demand. Sedangkan "Enterprise Architect" adalah orang yang cukup powerful di perusahaan. Dia bertanggung jawab untuk Enterprise Blueprint suatu perusahaan. Dia mendefine policy-policy yang harus di-follow oleh Solution Architect & Infrastructure Architect di perusahaan tersebut. Orang ini mestinya direct report ke CIO.

SAKKC: Apa saja kira-kira tantangan yang Anda hadapi selama menjadi seorang Software Architect? Dan apa yang membuat Anda tertarik dengan posisi tersebut? Bisa dijelaskan?

NS: Yang paling menarik adalah I can always put myself in tough intellectual test. Saya selalu bisa belajar hal baru. Teknologi maupun soft-skill. Challenge yang paling sering dihadapi adalah making the call to decide the "right trade-off". Atau kadang-kadang, suatu ide desain menjadi sangat sulit untuk di-implement di lapangan oleh para developer. Mesti figure out alternatives. Intinya, architect spend most of his time THINKING dan juga do whatever necessary to make those thoughts a reality.

SAKKC: Apa ada pesan-pesan untuk rekan-rekan yang lain yang ingin menjadi seorang Software Architect?

NS: Well, see my article: http://blogs.netindonesia.net/norman/articles/1258.aspx. Again, yang perlu diingat, Architect itu gak melulu about technical skill/hard skill. Soft skill SANGAT PENTING. Kemampuan komunikasi, presentasi, menulis, berbicara, negosiasi, coaching, assertive, leadership, dan sebagainya. Jadi, soft skill juga mesti dikembangkan. Orang yang jago coding/technical-nya sangat jago tapi soft skill-nys kurang, dia adalah "Super Developer". Bukan Architect. Sebaliknya, kalau lack technical skill, cuma tahu "the buzzwords", just do Marketing, dude!

Satu lagi, always keep yourself updated on Software Technology. Kalau bisa malah lihat barang2 yang baru akan rilis.

SAKKC: Bagaimana komentar Anda sebagai seorang Software Architect mengenai Software Architect?

NS: Seorang Software Architect sebaiknya tetap menjaga agar coding/programming skill-nya tetap tajam. Ia harus selalu bisa menyingsingkan lengan baju membimbing developer mengerjakan task-task programming. Okay, bukannya full time coding, tapi mesti bisa show ke Developer "what good code is", "what good software design is". Coba visit: http://www.martinfowler.com/ieeeSoftware/whoNeedsArchitect.pdf dan juga: http://www.agilearchitect.org/agile/principles.htm.

OK Norman. Terima kasih atas perbincangan yang walau hanya lewat e-mail ini, tetapi yang jelas sudah bisa membuka mata rekan-rekan pembaca lainnya untuk lebih mengenal profesi Software Architect pada dunia TI.

Sekilas Norman Sasono
Norman Sasono, "geek" yang saat ini bekerja di Intimedia sebagai Software Architect. Menerima award Microsoft MVP untuk spesialisasi C#. Memegang sertifikasi MCSD.NET dan merupakan alumni ITS Surabaya. Ia juga adalah Architect Leader di INDC (Indonesia .NET Developer Community) dan sedang membantu mempersiapkan Indonesia Chapter of IASA (International Association of Software Architect). Ia tertarik pada bidang Software Architecture & Design, Framework/API development, programming secara umum dan juga Software Development Life Cycle. Norman Sasono bisa dihubungi pada e-mail norman@intimedia.com.

Demikian wawancara singkat seputar profesi Software Architect dan berbagai pernak-perniknya. Semoga bermanfaat bagi Anda semuanya. Jika ada saran atau komentar bisa dikirimkan melalui sony-ak@sony-ak.com. Untuk membaca tulisan menarik lainnya silakan menuju ke situs Sony AK Knowledge Center yang beralamat di www.sony-ak.com.

Terima kasih.




 Recommended articles
 

»

Contoh Koneksi Database dari ASP ke MS Access (8638)

»

Tips Visual Basic: Mengetahui Drive CD-ROM Pada Komputer (3042)

»

Mendapatkan Username Yang Sedang Login Pada Windows NT/2000 Dengan Borland Delphi (3082)

»

Tips SQL Server: Perintah DELETE dan TRUNCATE, Apa Bedanya? (1573)

»

Mengenal Active Server Pages (ASP) (3592)

 Send your comments or suggestions
Full Name :
E-mail :
Comments :
 
 

  Privacy | Site Map | Advertise

  Copyright © 2003 - 2006 Sony AK Knowledge Center - all rights reserved

  info@sony-ak.com