Editor note:
Kali ini kami tampilkan salah satu tulisan dari Romi Satria Wahono
yang sebelumnya telah dipublikasikan pada blognya di
http://www.romisatriawahono.net/. Tulisan ini sangat menarik
bagi kami, oleh karena itu kami tampilkan juga pada situs Sony AK
Knowledge Center ini. Tulisan ini awalnya dipublikasikan pada 24
Februari 2006 dan versi asli dari artikel ini bisa juga diakses pada
URL http://romisatriawahono.net/?p=119. Selamat menikmati.
Menarik membaca laporan khusus
Gartner tentang prediksi 2006 (Gartner Predictcs 2006 Special
Report), yang kebetulan juga dibahas di majalah eBizzAsia bulan
pebruari 2006. Diramalkan bahwa pada tahun 2010 pasar kerja para
spesialis Teknologi Informasi (TI) akan berkurang hingga 40%. Para
spesialis (specialist) ini akan digantikan oleh versatilis
(versatilist), yang mampu mengkombinasikan kompetensi dan keahlian
teknis, dengan pengalaman bisnis dan kemampuan memberikan solusi
komprehensif. Siapa itu spesialis? Siapa itu versatilis? kita coba
bahas dalam tulisan ini.
Mengapa ada perubahan arah SDM TI seperti ini? Faktor terbesar
adalah meningkatnya persaingan bisnis seiring dengan semakin
kompleksnya perkembangan Teknologi Informasi sendiri. TI semakin
dibutuhkan untuk memecahkan permasalahan di berbagai bidang,
diperlukan solusi multidisiplin, multiplatform dan sesuai dengan
konteks permasalahan yang dihadapi. Disinilah Gartner menyebut
istilah “IT versatilist”, yaitu orang-orang yang memiliki
pengalaman, kemampuan menjalankan berbagai tugas yang beragam dan
multidisiplin (versatile), dimana semua itu untuk menciptakan suatu
pengetahuan (baru), kompetensi dan keterkaitan (context) yang kaya
dan padu guna mendorong peningkatan nilai bisnis.
Sifat sang versatilis adalah fleksibel terhadap teknologi,
orientasi utamanya adalah untuk memberikan solusi sesuai requirement
(kebutuhan) yang diminta oleh sang customer. Versatilis bukan
seorang generalis yang mengenal semua bidang dan teknologi tapi
hanya kulitnya (dangkal). Versatilis tidak terlahir tiba-tiba, tapi
karena pengalaman matang menjadi seorang spesialis. Versatilis juga
bukan spesialis yang hanya mengerti cakupan bidang yang sempit,
meskipun dalam. Versatilis adalah seorang spesialis yang berpikir
lebih luas, berwawasan, matang, penuh perhitungan, mengerti tentang
bisnis, orientasi kerja untuk memberi solusi, mampu bekerjasama
(membangun networking) dengan orang-orang TI lain maupun non TI, dan
yang pasti tidak mengkotakkan dirinya pada sebuah teknologi, tool
atau platform.
Prediksi Gartner ini diperkuat oleh beberapa data, misalnya
tentang 80% profesional TI di Amerika bekerja di
perusahaan-perusahaan yang menerapkan TI, dan bukan
perusahaan-perusahaan TI sendiri (hardware, software, service).
Wajarlah seorang profesional TI dituntut untuk memiliki kemampuan
verbal dalam menyampaikan konsep-konsep teknologi informasi dalam
bahasa yang dimengerti oleh banyak orang. Inilah dia sang
Versatilis!
Sebelum membaca laporan Gartner ini sebenarnya saya sudah
mendapatkan pencerahan dari pengalaman pribadi selama 10 tahun di
Jepang. Keluar masuk bekerja parttime maupun semi fulltime di
berbagai perusahaan TI Jepang, mulai dari menjadi teknisi, engineer,
developer, konsultan sampai lecturer. Saya mungkin tidak menyebut
sebuah terminologi seperti Versatilis, hanya saya mencoba memberi
gambaran tentang figur SDM TI Indonesia dalam kesempatan berbicara
di seminar dan workshop di berbagai tempat. Mudah-mudahan yang
sering mengikuti seminar saya mengingat kembali tentang hal ini .
Pesan yang saya sampaikan khusus untuk para generasi muda SDM TI
Indonesia adalah:
- OS, bahasa pemrograman, software dan teknologi hanyalah
sebuah tool (alat), yang harus kita kuasai dan gunakan untuk
memecahkan masalah dan membangun solusi. Dia bersifat tidak
kekal, dia bukanlah agama yang harus dianut dan difanatikkan
seumur hidup. Ketergantungan terhadap sebuah tool adalah
kebodohan. Debat kusir tentang tool dan saling mengumpat atau
membela mati-matian sebuah tool adalah tindakan sia-sia, karena
mereka masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.
- Setiap peluang memiliki nilai untung dan rugi, setiap
keputusan yang diambil dalam hidup harus memperhitungkan
opportunity cost yang harus dibayar.
- Cerdas dalam mengambil berbagai peluang yang ada dan
usahakan mengemasnya dalam sebuah karya dan produk yang menjadi
solusi bagi orang lain.
- Mengambil kesempatan kerja part time atau full time sebagai
proses pembelajaran dan melatih diri secara riil.
- Latihlah kemampuan verbal. Diantara kesibukan berkomunikasi
dengan mesin (komputer), tetap latih teknik dan strategi
berkomunikasi dengan manusia. Berlatihlah menyampaikan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang kita kuasai dengan bahasa
sederhana dan dapat dipahami dengan mudah oleh orang awam
sekalipun.
- Bangun jaringan (networking) dan kerjasama dengan berbagai
pihak. Setiap pertemuan dengan orang lain, siapapun dia, akan
membawa manfaat bagi kita, meskipung kadang-kadang tidak
langsung datang seketika.
Perlahan tapi pasti, dengan modal pengalaman, skill, kompetensi,
dan sertifikasi spesialis yang kita miliki, marilah kita berlatih
menjadi seorang versatilis.
Selamat berdjoeang.
Demikian tulisan menarik dari Romi Satria Wahono mengenai arah
SDM TI yang tadinya spesialis kemudian menuju ke versatilis. Semoga
bermanfaat bagi Anda semua. Untuk membaca tulisan menarik lainnya
silakan menuju ke situs Sony AK Knowledge Center dengan alamat di
www.sony-ak.com.
Terima kasih.
| Send
your comments or suggestions |
|
|
|