|
Instant Messaging saat ini semakin marak digunakan bukan saja untuk
kepentingan pribadi, tetapi juga digunakan di kantor untuk keperluan
bisnis. Sebut saja misalnya Yahoo! Messenger atau MSN Messenger. Dua
aplikasi untuk instant messaging tersebut saat ini banyak digunakan
untuk berkomunikasi di lingkungan kantor. Malah perkembangan
selanjutnya saat ini banyak kantor yang menggunakan Skype untuk
melakukan komunikasi suara lewat internet antar kantor cabang.
Penggunaan instant messaging dalam lingkungan kantor ini memang
bagaikan pedang bermata dua, karena bisa meningkatkan produktivitas
dan juga nilai bagis bisnis, tetapi di sisi lain bisa pula
menimbulkan kerugian bagi perusahaan karena tidak digunakan dengan
efektif. Awalnya orang berkomunikasi dengan partner bisnis dengan
menggunakan telepon atau e-mail. Dengan munculnya instant messaging,
maka seperti muncul suatu alternatif menarik untuk berkomunikasi
melalui media teks di internet. Ya benar, instant messaging
merupakan versi teks dari komunikasi telepon. Oleh karena itu saat
ini banyak bisnis baik yang kecil maupun besar, saat ini
menggunakannya sebagai suatu media komunikasi yang efektif. Pada
berbagai kasus, penggunaan instant messaging bisa menggantikan
fungsi e-mail atau masalah-masalah yang sering timbul pada e-mail.
Salah satu kelebihan dari instant messaging adalah kecepatan dalam
penyampaian informasi, misalnya ada kejadian bencana alam di Aceh
beberapa saat yang lalu, informasi detailnya bisa disampaikan dengan
cepat melalui media instant messaging ini.
Ada suatu hasil riset menarik dari Gartner Group bahwa mereka
memprediksikan di tahun 2005, instant messaging akan mampu melewati
e-mail sebagai suatu alat komunikasi utama di internet. Ini sangat
menarik untuk dicermati, karena instant messaging pada kenyataannya
memang bisa meningkatkan nilai kolaborasi bagi dunia bisnis dan
sekaligus juga membuka peluang relasi baru. Namun demikian, dibalik
semua kesempatan baik itu selalu ada resiko dari hasil
penggunaannya.
Melalui kesempatan kali ini akan kami sajikan beberapa tips
menarik seputar penggunaan instant messaging dalam dunia bisnis,
khususnya apa yang BISA dilakukan dan apa-apa yang sebaiknya TIDAK
dilakukan.
- Sebaiknya ada kebijakan dalam penggunaan instant
messaging di dalam kantor.
Jika Anda seorang pemilik perusahaan dan di dalam perusahaan
yang Anda pimpin menggunakan instant messaging dalam
aktivitasnya, maka usahakan aktivitas instant messaging ini
digunakan dengan benar. Maksudnya adalah gunakan instant
messaging sebagai media komunikasi dengan pelanggan atau rekan
bisnis dan bukannya justru terlalu banyak digunakan untuk
kepentingan pribadi. Perusahaan sebaiknya memiliki suatu panduan
umum bagi karyawan dalam penggunaan instant messaging di
lingkungan kantor. Sosialisasikan dan evaluasi kebijakan
tersebut secara periodik dengan baik sehingga karyawan tidak
merasa tertekan dengan berbagai peraturan yang ada. Di Indonesia
penggunaan instant messaging ini sudah semakin banyak digunakan
untuk bisnis, contohnya adalah penggunaan Yahoo! Messenger
sebagai sarana support dalam bisnis web hosting. Di mana
pelanggan suatu jasa web hosting bisa mendapatkan support yang
cepat dan murah melalui instant messaging.
- Jangan gunakan instant messaging untuk berkomunikasi
sesuatu hal yang sifatnya sensitif atau rahasia.
Walaupun instant messaging sudah disebutkan di atas sebagai
media kolaborasi yang sangat cepat dan praktis, tetapi dalam hal
bisnis sebaiknya tidak digunakan untuk menyampaikan
informasi-informasi yang sifatnya sensitif seperti info
keuangan, data pribadi, perbankan dan lain sebagainya. Instant
messaging sebaiknya digunakan misalnya untuk melaporkan status
proyek, waktu meeting atau menanyakan hal-hal yang umum lainnya.
- Organisir daftar kontak Anda. Pisahkan antara kontak
untuk bisnis dan kontak dengan teman atau keluarga.
Daftar kontak pada instant messaging atau yang sering disebut
dengan "buddy list" adalah daftar ID atau username dari
rekan-rekan Anda. Jika daftar kontak Anda semakin banyak maka
suatu hal yang bijaksana jika Anda mulai melakukan klasifikasi
terhadap daftar kontak Anda agar tidak bingung. Pisahkan antara
kontak bisnis dengan yang non-bisnis. Buatlah group dalam
aplikasi instant messaging Anda untuk mewakili masing-masing
daftar kontak Anda. Sosialisasikan pula hal ini kepada seluruh
karyawan pada perusahaan Anda.
- Jangan perbolehkan penggunaan instant messaging yang
terlalu sering untuk keperluan pribadi.
Anda sebagai bos juga pasti terkadang melakukan panggilan
telepon pribadi dari kantor, mengirim e-mail pribadi dari kantor
dan melakukan chat melalui instant messaging untuk keperluan
pribadi. Hal ini adalah wajar dan lakukan semua hal tersebut
seminimum mungkin. Katakan dan sosialisasikan pula hal tersebut
pada seluruh karyawan Anda. Bagi penggunaan instant messaging
hal ini harus lebih ditekan lagi, misalnya mereka hanya boleh
chatting hanya pada jam di luar kantor atau istirahat. Katakan
pula bahwa mereka boleh saja melakukan chat melalui instant
messaging selama hal tersebut bisa meningkatkan nilai bisnis
bagi perusahaan atau bahkan bisa membawa pelanggan baru bagi
perusahaan. Ini merupakan sesuatu yang harus disebutkan di dalam
kebijakan penggunaan instant messaging dalam perusahaan Anda.
- Jangan lupa, pesan dalam instant messaging bisa disimpan.
Anda terkadang berpikir bahwa dengan chat menggunakan instant
messaging maka semua kata-kata dalam chat Anda tidak akan bisa
dilihat orang. Itu adalah pemikiran yang salah. Seringkali
instant messaging ini menjadi ajang gosip, misalnya ngobrol
mengenai sikap bos yang kurang baik, keadaan kantor yang tidak
enak dan lain sebagainya. Jangan lupa, bahwa semua perkataan
Anda melalui instant messaging bisa disimpan baik di sisi Anda
ataupun di sisi penerima. Lawan bicara Anda bisa saja meng-copy
paste hasil chat dengan Anda ke dalam dokumen notepad atau MS
Word. Adalah berbahaya jika rekaman tersebut bisa jatuh ke
tangan yang salah. Intinya Anda harus berhati-hati jika ngobrol
melalui instant messaging. Ini juga berlaku bagi komunikasi
melalui e-mail.
- Hati-hati terhadap bahaya virus melalui instant
messaging.
Kebanyakan aplikasi instant messaging saat ini memiliki fitur
transfer file. Parahnya fitur ini bisa mempercepat penyebaran
virus komputer yang biasanya terdapat pada file-file yang
dipertukarkan melalui instant messaging. Jika Anda ingin sering
melakukan aktivitas transfer file melalui instant messaging yang
berhubungan dengan bisnis Anda, maka sebaiknya Anda memasang
aplikasi personal firewall pada komputer Anda untuk semakin
meminimalkan resiko terhadap gangguan virus atau worm.
- Jangan sebarkan informasi personal melalui instant
messaging.
Jangan terlalu percaya dengan instant messaging untuk
menyampaikan informasi yang sifatnya pribadi, seperti data kartu
kredit dan data keuangan lainnya. Mengapa demikian? Data teks
chat Anda sebenarnya dikirimkan terlebih dahulu ke server si
instant messaging dan kemudian baru disampaikan ke tujuan kontak
Anda. Dalam perjalanan data tersebut apapun bisa terjadi dan
kemungkinan terjeleknya adalah ada hacker yang bisa melihat data
Anda tersebut. Untuk itu hati-hatilah dalam menyebarkan data
yang sifatnya penting, pribadi dan rahasia. Jika Anda ingin
menyampaikan informasi-informasi rahasia tersebut, maka
kirimkanlah data tersebut melalui e-mail yang terenkripsi.
- Gunakan instant messaging sesederhana mungkin,
to-the-point saja.
Jangan gunakan instant messaging untuk hal-hal yang terlalu
bertele-tele. Misalnya chat yang tidak berguna atau bergosip.
Jika Anda menggunakan instant messaging untuk bisnis maka
gunakan seperlunya dan gunakan hanya benar-benar untuk
mendapatkan atau menyampaikan informasi yang penting. Ini akan
membuat instant messaging lebih efektif dan mendatangkan nilai
tambah bagis bisnis Anda.
- Jangan membuat username atau ID instant messaging yang
membingungkan.
Username instant messaging, seperti halnya alamat e-mail,
sebaiknya dibuat dengan jelas dan konsisten di dalam lingkungan
bisnis Anda. Jangan membuat username yang membingungkan orang
lain untuk berkomunikasi. Selain itu selalu gunakan pesan status
instant messaging yang benar dan informatif. Misalnya saja
ketika Anda tidak di depan komputer karena sedang meeting, maka
pasang status "On Meeting" pada instant messaging Anda, sehingga
rekan Anda akan mengerti dan tidak akan melalukan kontak
terhadap Anda pada saat tersebut.
Referensi
- Monte Enbysk, 10 tips for using instant messaging for
business, microsoft.com
Demikian tulisan singkat mengenai tips penggunaan instant
messaging yang efektif bagi dunia bisnis. Semoga berguna bagi Anda
semuanya. Jika ada komentar atau saran bisa dikirimkan melalui
pratiwi.mileniawati@gmail.com. Untuk membaca tulisan menarik lainnya
silakan menuju ke situs Sony AK Knowledge Center dengan alamat di
www.sony-ak.com.
Terima kasih.
| Send
your comments or suggestions |
|
|
|