|
Tulisan sederhana kali ini akan mengangkat mengenai istilah SME
(Small to Medium Enterprise). Jika Anda sering membaca-baca surat
kabar mengenai bisnis pastilah sering mendengar istilah ini. Dalam
dunia IT sendiri istilah SME juga sering terdengar, misalnya saja
"SAP Rilis Solusi Terbaik bagi SME" atau "Microsoft Bantu SME dengan
Lisensi yang Lebih Murah". Itu artinya bahwa SAP telah merilis
produk software yang cocok bagi perusahaan skala SME. Di Indonesia
SME sering juga disebut dengan UKM (Usaha Kecil Menengah). SME
seperti yang telah disebutkan di atas merupakan singkatan dari Small
to Medium Enterprise. Namun demikian, apa sebenarnya SME ini
tergantung pada siapa yang mendefinisikan. Contohnya industri di
Kanada menggunakan istilah SME ini untuk mendefinisikan suatu bisnis
kecil dengan karyawan kurang dari 100 orang (jika itu bisnis yang
menghasilkan barang) dan kurang dari 50 karyawan (jika bisnisnya
menghasilkan suatu jasa). Jika suatu perusahaan beranggotakan
karyawan lebih dari jumlah tadi tetapi masih kurang dari 500, maka
perusahaan tersebut diklasifikasikan sebagai medium-sized business.
Ada pula saat ini istilah microbusiness yang diperuntukkan bagi
perusahaan-perusahaan yang memiliki karyawan kurang dari 5 (lima)
orang.
Namun sementara itu suatu riset yang berlangsung di Kanada
menghasilkan suatu kesimpulan lain, yaitu mereka mendefinisikkan SME
sebagai suatu bisnis apa saja dengan jumlah karyawan dari 0 - 499
dan memiliki pendapatan kotor kurang dari USD$ 50 juta.
Beda negara beda pula definisi SME. Contohnya di Uni Eropa,
definisi SME agak sedikit berbeda. Suatu bisnis dengan jumlah
karyawan kurang dari 250 orang diklasifikasikan sebagai medium-sized
business. Jumlah karyawan yang kurang dari 50 disebut sebagai small
busines dan apabila kurang dari 10 maka disebut dengan
microbusiness. Sistem di Uni Eropa juga memperhitungkan turnover
rate dari bisnis dan juga balance sheet-nya sebagai salah satu
patokan untuk mengklasifikasikan jenis bisnis tadi.
Sementara itu di Amerika Serikat sampai saat ini belum ada
standar baku mengenai definisi SME ini. Beberapa perusahaan
terkadang membuat definisi sendiri mengenai SME. Contohnya adalah
Microsoft, mereka memiliki standar yang berhubungan dengan target
penjualan produk-produk software mereka di dunia bisnis. Dengan
adanya standar yang baku mengenai definisi ukuran SME maka akan
membuat proses mendapatkan dan menganalisa informasi statistik
menjadi lebih mudah lagi.
Referensi
Demikian tulisan singkat mengenai istilah SME (Small to Medium
Business). Semoga bermanfaat bagi Anda semua. Jika ada komentar atau saran bisa dikirimkan melalui
pratiwi.mileniawati@gmail.com. Untuk membaca tulisan menarik lainnya
silakan menuju ke situs Sony AK Knowledge Center dengan alamat di
www.sony-ak.com.
Terima kasih.
| Send
your comments or suggestions |
|
|
|